MAKASSAR.UPEKS.co.id—Alhamdulillah, Tahun 2020 dapat diklaim sebagai tahun yang berat bagi semua lembaga pendidikan tinggi, tidak terkecuali UMI). Corona Virus Disease (Covid19) berhasil memprorak- porandakan seluruh aspek kehidupan.
Sehingga bertahan dan terus produktif adalah satu-satunya cara agar tidak digilas oleh situasi.
UMI yang merupakan perguruan tinggi terkemuka memilih tetap produktif dengan segala kesiapan yang telah dilakukan sebelum gempuran Pandemi.
UMI juga memilih mengambil bagian di garda terdepan untuk berkontribusi dalam melawan dan menangani Covid-19 di Indonesia sejak awal penyebarannya pada bulan April 2020.
Dengan sigap, perguruan tinggi yang berdiri pada 23 Juni 1954 ini mengeluarkan instruksi Rektor bernomor 070/F.01/UMI/III/2020 tentang tindakan penanggulangan penyebaran Covid-19.
Lewat surat instruksi Rektor yang ditandatangani Rektor UMI Prof. Dr. H Basri Modding, S.E, M.Si, UMI langsung bentuk tim khusus untuk penanganan Covid- 19 dengan nama Tim Crisis Centre UMI. Tim ini diketuai Prof. Dr. Ir, Hatta Fattah, MS, Wakil Rektor V UMI.
Rektor UMI, Prof Basri Modding mengatakan, ikhtiar dan komitmen UMI dalam penanggulangan bencana Covid-19 tidak akan pernah berubah untuk berada di garis terdepan.
“Dengan semangat berilmu amaliah, beramal ilmiah, dan berakhlakul karimah, mewakili Civitas Akademika UMI, kami terus berdoa dan berikhtiar untuk Indonesia yang sama kita cintai,” ungkap Mantan Direktur Pasca Sarjana UMI itu.
Didampingi Sekretaris Dr. Ir. H. Zakir Sabara HW, ST., MT., IPM., ASEAN Eng (Dekan FTI UMI), UMI langsung memassifkan sederet program penanganan Covid-19. Di bawah koordinasi Tim Crisis Centre, semua Fakultas, Lembaga, UKM, dan Majelis Taklim Ukhuwah UMI, serta elemen lingkup UMI bergerak.
Sederet gerakan itu mulai dari memassifkan penyemprotan disinfektan di seluruh kampus lingkup dan di luar UMI, produksi cairan disinfektan dan handsanitizer, memproduksi kebutuhan APD seperti baju hazmat dan masker untuk tenaga kesehatan dan masyarakat umum, hinngga membagikan sembako bagi mahasiswa,
karyawan hingga masyarakat terdampak.
Selain itu, UMI juga memastikan segala aktivitas akademik tetap berjalan. Proses akademik belajar mengajar berlangsung normal tanpa terganggu sedikitpun.
Ini dilakukan secara virtual lewat aplikasi program khusus yang dimiliki UMI melalui kalam.umi.ac.id.
Wisuda dua gelombang 2020 dan Pengukuhan Guru Besar juga tidak kalah prooduktif. Oktober 2020, UMI sukses mengukuhkan lima Guru Besar (GB). Diantaranya, Prof. Dr. Ir. Jayadi, MP, GB Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Prof. Dr. Mursalim, SE., Akt.,M.Si, GB Fakultas Ekonomi dan Bisnis.
Kemudian, GB Fakultas Kesehatan Masyarakat Prof Dr drg Masriadi SKM M.Kes, dan GB Fakultas Ekonomi dan Bisnis Prof Dr. Baso Amang SE MSi, serta Prof Dr. Mulyati Pawennei SH MH, GB Fakultas Hukum). Selanjutnya November 2020, GB Teknik Kimia FTI UMI, Prof Dr Ir Andi Aladin, MT IPM, dikukuhkan.
Komitmen dan konsistensi UMI terbukti dengan capaian prestasi yang didapat. Raihan prestasi mahasiswa dan dosen UMI terus terukir dalam berbagai tingkatan kontestasi baik lokal, nasional, hingga internasional.
Tidak kalah membanggakan, 2020 UMI berhasil berada di posisi 64 dalam klasterisasi perguruan tinggi dari 2.136 kampus se-Indonesia.
Sebelumnya UMI posisi 104 dalam pemeringkatan perguruan tinggi oleh Kemenristekdikti RI.
Dalam klasterisasi itu ada 4 indikator. Diantaranya mutu sumber daya manusia dan mahasiswa (input), pengelolaan kelembagaan
perguruan tinggi (proses), capaian kinerja jangka pendek yang dicapai oleh perguruan tinggi (output), dan capaian kinerja jangka panjang perguruan tinggi (outcome).
Dari keempat indikator yang ditetapkan, perguruan tinggi yang dikukuhkan sebagai PTS Terbaik se-Sulawesi oleh LLDikti Wilayah IX yang digelar dalam acara award LLdikti Wil.IX bulan Desember 2020
.”Kini, UMi siap menghadapi tahun 2021. Tahun pencapaian. Salah satu yang ingin dicapai adalah internasionalisasi UMI dengan berbagai kesiapan dan program yang tentunya menuju ke standarisasi internasional, salah satunya adalah akreditasi internasional,” kata Rektor UMI, Prof Basri Modding, Kamis (31/12). (rls).

