SOPPENG,UPEKS.co.id— Kurangnya partisipasi pemilih di pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Soppeng
dikarenakan sosialisasi yang dinilai kurang massif.
Hal tersebut diungkapkan Ketua DPRD Soppeng, Syahruddin. Dia menilai sosialisasi KPU Soppeng tidak
maksimal, terbukti masih banyak masyarakat belum tersentuh dengan hal tersebut.
“Untuk sosialisasinya juga sebenarnya kurang maksimal,” ujar Syahruddin.
Sementara Direktur Data dan Analisa Lembaga Kajian dan Advokasi Lintas Masyarakat (Lekas), Usman mengatakan anggaran KPU yang ditambah dalam pelaksanaan Pilkada pada pandemi Covid-19 tentu menjadi perhatian semua pihak.
“Anggaran KPU ini menjadi perhatian kita semua, apalagi di masa pandemi Covid-19 ini. Pemerintah memberikan anggaran protokol kesehatan salah satunya untuk meningkatkan partisipasi pemilih,” ucap Usman, Jumat (18/12/2020).
Menurutnya, jika KPU Soppeng tak capai target untuk partisipasi pemilih, hal tersebut merupakan sebuah kegagalan.
“Kegagalannya dalam mencapai target dalam mendongkrak partisipasi pemilih akan menjadikan corona dan aturan prokes sebagai kambing hitam,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Usman mengungkapkan bahwa dirinya juga pernah mendapatkan kabar jika sosialisasi atau visi misi calon tak tersampaikan secara maksimal.
“Padahal dilapangan banyak masyarakat tidak tersentuh dengan sosialisasi dan bahkan juga masih banyak yang belum tau visi misinya calon,” tandasnya. (Min)




