Karya (Golkar) kabupaten Majene yang digelar pada Minggu 27 hingga 28
Desember dipastikan hanya diikuti satu calon.Ketua panitia pelaksana Musda, Idham Muchsin Ali kepada wartawan usai
pembukaan Musda di Hotel Villa Bogor, Minggu (27/12/2020) mengatakan,
Musda ke-X kali ini dengan tema “Kita Satu Untuk Kesejahteran Majene
dan Kemajuan Indonesia” yang merupakan momentum sangat strategis untuk
partai kedepan.
“Apalagi banyak anggota partai Golkar telah duduk sebagai legislator
di DPRD, baik di provinsi maupun di kabupaten, yaitu ada pak Hamzah
Sunuba, pak Mulaydi Bhintaha, ada Adiahsan dan Saldi, tentu mereka
akan membawa partai Golkar ke arah yang lebih baik kedepan,” kata
Idham
- Wagub Sulsel Soroti Perlindungan Anak di Pesantren, DPP ICATT Usulkan Satgas Terpadu Awasi Pesantren Tak Berizin
- Marak Kasus Kekerasan di Pesantren, ICATT Dorong Penguatan Sistem Perlindungan Anak yang Profesional dan Humanis
- GP Ansor Sulsel Sukses Gelar PKN X dan Susbanpim IX, Diikuti 120 Kader dari Sumatera hingga Papua
Idham mengatakan, bahwa Musda adalah amanah Anggaran Dasar (AD) dan
Anggaran Rumah Tangga (ART) partai, dan salah satunya yaitu pejaringan
bakal ketua partai Golkar yang dilakukan sejak tanggal 26 Desember
2020 kemarin hinga pelaksanaan Musda hari ini.
“Pada penjaringan calon ketua DPD partai Golkar kabupaten Majene kali
ini hanya diikuti satu orang saja. Artinya sampai terakhir pendaftaran
satu orang yang mengambil formulir pendaftaran yaitu pak Lukman,”
ungkapnya.
Ia juga berharap Lukman yang juga sebagai Plt. bupati Majene ini
kedepan akan mampu membawa partai Golongan Karya (Golkar) lebih yang
baik,“Kita berharap, melalui Musda ke-X ini akan menjadi momentum
penting dalam menunjuk nakhoda partai berlambang beringin pada lima
tahun kedepan,” ujarnya.
Sementara itu, calon ketua DPD partai Golkar Majene, yang juga
Plt.bupati Majene Lukman kepada wartawan mengatakan, ia bangga karena
Musda ke-X di Majene kali ini dihadiri langsung ketua DPD partai
Golkar provinsi Sulawesi Barat, Aras Tamauni.
“Selain itu seluruh pengurus partai dari delapan kecamatan juga
hadir, ditambah lagi pesiapan yang dilakukan panitia cukup memuaskan,
Alhamdulillah Musda berjalan sesuai dengan harapan,” kata Lukman.
Lukman juga mengatakan, bahwa Musda adalah rapat tertinggi dalam
partai, dan Musda seharusnya dilakukan pada 2022, namun karena aturan
organisasi meminta untuk dilakukan pada 2020 berdasarkan Munas
terakhir.
“Seharusnya berakhir 2022, tetapi karena keputusan DPP hasil Munas,
bahwa untuk memantapkan konsolidasi diharapkan ada keseragaman priode
disemua jenjang, pusat, provinsi dan kabupaten, sehingga kita tunduk
pada keputusan hasil munas itu,” katanya.
Lukman menambahkan, setelah terpilih nanti selaku ketua DPD partai
Golkar Majene, ia akan melakukan konsolidasi pembenahan partai,
kemudian akan senantiasa melakukan peningkatan fungsionaris dan lebih
memberikan pemahaman doktrin kekaryaan.
“Jadi sosialisasi dan konsolidasi bagaimana Golkar itu kedepan bisa
bersama rakyat, dan itu senantiasa akan kami lakukan, kemudian untuk
persiapan calon gubernur Sulbar nanti, Insya Allah Golkar kabupaten
Majene akan merekomendasikan bapak ketua DPD I menjadi calon gubernur
Sulbar,”pungkasnya.(Alim)




