ANEKA

Penyaluran Bantuan Dana Tunai Kementan untuk Poktan Kabupaten Muna Dinilai Janggal

MAKASSAR,UPEKS.co.id— Kementrian Pertanian menyalurkan bantuan dana tunai (Bantuan
Pemerintah/Banpem) kepada Kelompok Tani (Poktan) di berbagai daerah tahun 2020 ini.

Nilainya bervariasi berkisar Rp50 juta per Poktan, tergantung jumlah anggota Poktan yang diusulkan oleh Dinas  Pertanian setempat kepada Dirjen Prasarana dan Sarana Kementan.

Salah satunya, bantuan dana tunai kepada 300-an Poktan di Kabupaten Muna, Provinsi Sulawesi Tenggara, telah  disalurkan pada Mei-Juni 2020. Bantuan tersebut berupa bantuan dana berkisar Rp40 juta hingga Rp50 juta per  Poktan.

Namun, Pengurus Poktan di Kabupaten Muna mengaku kaget jika bantuan tersebut adalah uang tunai, sedangkan  dalam penyaluran bantuan, Poktan langsung diberikan pupuk organik cair merk Biota Plus, produksi PT Tri  Harmoni Abadi yang dibawa oleh Pengusaha Pupuk dari Makassar, Haji Ali.

“Awalnya, saya diberitahu orang dinas Pertanian Kabupaten Muna bahwa ada bantuan dari Kementan dalam  waktu dekat ini, berupa pupuk,” ujar salah seorang Pengurus Poktan Kabupaten Muna berinisial M kepada Upeks,  Jumat (28/11/2020).

Saat dihubungi, ia meminta agar identitasnya tidak dipublis dulu karena khawatir kedepan tidak diberikan lagi  bantuan pupuk oleh pemerintah.

Ia melanjutkan, berkisar sebulan kemudian, tiba-tiba muncul bantuan Pupuk organik cair, mereknya Biota Plus,  produksi PT Tri Harmoni Abadi diterima oleh Poktan secara serentak di hampir seluruh Kecamatan di Kabupaten  Muna.

Hosting Unlimited Indonesia

“Saya di kebun waktu itu, saya diberitahu ada datang pupuk cair merek Biota Plus sebanyak puluhan dos berisi  ratusan botol pupuk, saya tidak pernah melihat ada datang bantuan Kementan berupa uang saat itu,” ungkapnya.

Aktivis Jaringan Penggiat Anti Korupsi dan Kriminal (Jangkar) Sulawesi, Sahabuddin Alle menilai ada kejanggalan  dalam penyaluran bantuan uang tunai tersebut dari Kementan kepada para Poktan.

“Kalau bantuan Kementan adalah bantuan dana tunai, mestinya Kelompok Tani menerima uang, kenapa tiba-tiba  pupuk merk tertentu langsung diantarkan oleh perusahaan pupuk kepada masing-masing Poktan?,” tegasnya.

Dikonfirmasi, Dirjen Prasarana dan Sarana Kementan, Sarwo Edi menegaskan, bahwa Dirjen PSP Kementan  memberikan bantuan uang tunai yang langsung masuk ke rekening kelompok tani (Poktan), termasuk Poktan di  Kabupaten Muna Provinsi Sultra pertengahan 2020 lalu.

“Kami tak tahu kalau rekening bank Poktan ada pihak lain yang memegang dan mencairkan dananya, lalu  membelanjakan pupuk merk tertentu untuk dijadikan bantuan ke Poktan,” katanya.

Menurut Sarwo, dana bantuan tersebut merupakan program bantuan pemerintah untuk peningkatan produktivitas  pertanian terhadap para kelompok tani di daerah. Bentuknya berupa uang tunai. Jika Poktan tak menerima dana  tunai bantuan Kementan melainkan langsung berupa pupuk, tegas Sarwo, hal itu melanggar Pedoman umum  dalam proses penyaluran bantuan.

Pengusaha pupuk dari Makassar, Haji Ali, pihak yang menyalurkan pupuk Biota Plus ke Kabupaten Muna  mengatakan belum bisa menjelaskan masalah itu. “Besok saja ke kantor saya, saya jelaskan,” ujarnya.(rif).

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

#TRENDING

To Top