Barru, Upeks.co.id – Hadirnya Program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Indonesia. Salah satunya, Suheni (33) warga Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan.
Suheni harus menerima kenyataan sang suami yang sehari-hari bekerja sebagai driver, harus menganggur akibat diberhentikan dari tempatnya bekerja karena pandemi Covid-19 yang terjadi sekarang. Kenyataan ini semakin dirasa berat karena di satu sisi Suheni tengah mengandung anak kelimanya.
Terdaftar pada segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBU) sejak Juni 2018, Suheni tidak terlalu khawatir dengan biaya melahirkan yang harus dikeluarkan ketika nanti dirinya melahirkan. Di tengah penghasilannya yang terbatas, ia dan suaminya tetap rutin membayar iuran JKN-KIS untuk memastikan bahwa setiap dihadapkan pada kondisi kesehatan yang membutuhkan bantuan fasilitas kesehatan, biayanya akan ditanggung oleh BPJS Kesehatan.
Suheni melahirkan anak kelimanya secara caesar di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan karena kondisi bayinya tidak memungkinkan untuk melakukan persalinan normal. Saat ditemui oleh Tim Jamkesnews, ia dengan senang hati menceritakan pengalamannya menggunakan Kartu JKN-KIS.
“Untung saya sudah mendaftarkan diri sebagai peserta JKN-KIS, selama menjalani perawatan mulai dari hamil sampai dengan melahirkan tidak sekalipun saya mengeluarkan biaya tambahan. Bahkan saat saya harus menjalani persalinan caesar karena kondisi bayi saya yang tidak memungkinkan,” ungkap Suheni, Senin (30/11).
Ia berharap semoga Program JKN-KIS ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaatnya kepada masyarakat Indonesia yang tidak mampu, ia juga berharap agar semua peserta yang telah terdaftar mempunyai kesadaran membayar iuran seperti dirinya.
“Kalau saja saya tidak mendaftarkan diri sebagai peserta JKN-KIS, entah bagaimana cara saya harus membaya semua biaya persalinan ini sementara kondisi keuangan kami sangat sulit di masa pandemi sekarang ini. Setiap bulannya saya menyisihkan sedikit dari pendapatan suami saya untuk membayar iuran, alhamdulillah sekarang saya bisa menikmati hasilnya. Semoga program ini bisa terus ada, agar orang-orang yang tidak mampu seperti saya bisa merasakan manfaatnya juga,” tambahnya.(Jamkesnews )




