MAKASSAR CITY

Dengan GILANG, Perbarui Data Segmen PPU PN Jadi Lebih Mudah

Dengan GILANG, Perbarui Data Segmen PPU PN Jadi Lebih Mudah

Makale, Upeks.co.id – Dalam memastikan keakurasian data peserta JKN-KIS, pemerintah mengeluarkan kebijakan untuk melakukan cleansing data (penonaktifan sementara) pada segmen Peserta Non Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK) yang  belum dilengkapi dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK), khususnya peserta segmen Pekerja Penerima Upah Penyelenggara Negara (PPU PN) untuk kemudian diregistrasi ulang melalui Program GILANG.

Kepala Bidang Kepesertaan dan Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan Kantor Cabang Makale, Zari Puspita Ayu menegaskan bahwa peserta yang mengalami penonaktifan sementara diimbau untuk mengikuti Program Registrasi Ulang (GILANG). Untuk mengetahui status NIK, peserta dapat melakukan self checking melalui kanal layanan yang disediakan oleh BPJS Kesehatan baik Mobile JKN, Care Center 1500 400, Pelayanan Administrasi melalui WHATSAPP (PANDAWA). Atau melalui petugas BPJS Satu di rumah sakit.

“Jika peserta PPU PN telah melakukan self checking dan menemukan kepesertaan nonaktif maka diimbau agar segera melaporkan data KTP/KK kepada petugas untuk dilakukan reaktivasi kepesertaan atau registrasi ulang, baik melalui layanan di Kantor BPJS Kesehatan maupun melalui layanan PANDAWA di nomor 08114236677. Untuk selanjutnya dilakukan pemadanan data JKN-KIS dengan data kependudukan melalui dukcapil,” ujar Ayu.

Dengan GILANG, Perbarui Data Segmen PPU PN Jadi Lebih Mudah

Untuk memastikan jalannya Program GILANG, BPJS Kesehatan akan melakukan sosialisasi kepada peserta agar rutin melakukan pengecekan status NIK serta berkoordinasi dengan instansi pengampu data di tingkat daerah seperti PT Taspen, PT Asabri, PWRI, LVRI untuk melakukan verifikasi dan validasi data peserta JKN yang bermasalah agar dapat dilakukan pemutakhiran data. Selain itu juga menginformasikan tata cara mekanisme pengecekan status NIK dan Registrasi Ulang NIK peserta jika belum dapat dilakukan pemutakhiran data.

BPJS Kesehatan juga akan melakukan koordinasi dengan FKTP maupun FKRTL terkait Program GILANG serta memastikan pemberian pelayanan kesehatan tetap berjalan walaupun prosesnya bersamaan dengan proses reaktifasi data peserta atau registrasi ulang.

Randi, salah seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang telah melakukan registrasi ulang, mengapresiasi kebijakan melalui Program GILANG yang dijalankan oleh pemerintah melalui BPJS Kesehatan.

“Awalnya saya kaget melihat tanda merah dengan keterangan status nonaktif pada kepesertaan saya di Mobile JKN. Setelah mendatangi kantor BPJS Kesehatan saya diberi penjelasan oleh petugas dan diarahkan untuk mengikuti Program GILANG berbekal KTP dan KIS. Syukurlah prosesnya terbilang cepat dan kepesertaan saya sudah aktif kembali. Rupanya proses administrasi salah satunya Program GILANG juga dapat dilakukan melalui Whatsapp pada layanan PANDAWA. Hal ini tentunya lebih memberikan kemudahan bagi peserta untuk mendapatkan layanan karena aplikasi Whatsapp sendiri sudah sangat familiar di tengah masyarakat,” ujarnya. (Jamkesnews )

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

#TRENDING

To Top