Nani salah seorang warga di Kelurahan Tande Timur, mengaku merasakan
getaran gempa yang menguncang Kabupaten Mamuju Tengah, meski jaraknya antara Kabupaten Majene dengan Kabupaten Mamuju Tengah kurang lebih
300 kilo meter.
- Wagub Sulsel Soroti Perlindungan Anak di Pesantren, DPP ICATT Usulkan Satgas Terpadu Awasi Pesantren Tak Berizin
- Marak Kasus Kekerasan di Pesantren, ICATT Dorong Penguatan Sistem Perlindungan Anak yang Profesional dan Humanis
- GP Ansor Sulsel Sukses Gelar PKN X dan Susbanpim IX, Diikuti 120 Kader dari Sumatera hingga Papua
“Sekitar pukul 03.43 kami sekeluarga dikagetkan dengan getaran gempa, sontak kami langsung panik, terlihat sejumlah perabotan rumah juga
ikut bergetar,” kata Nani, Rabu (28/10/2020).
Sementara Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menginformasikan, pusat gempa terletak pada koordinat 2,20 LS dan
119,30 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 24 kilometer arah barat daya kedalaman 10 kilometer.
Guncangan gempabumi ini selain dirasakan di daerah Tengah, getaran gempa juga dirasakan wara di kabupaten Mamuju, Kabupaten Mamasa dan Kabupaten Majene. Hasil monitoring BMKG, hingga pukul 04.23 Wita menunjukkan adanya empat gempa bumi susulan.
“Kepada masyarakat dihibau agar tetap tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dibertanggungjawabkan
kebenarannya. Agar menghindari darai bangunan yang retak atau rusak
diakibatkan oleh gempa,” tulis BMKG dalam akun Twitter resmi @infoBMKG, Rabu (28/10/2020). (Alimukhtar)




