PARIWARA

Program Rujuk Balik Mudahkan Peserta Penyakit Kronis Peroleh Obat

Program Rujuk Balik Mudahkan Peserta Penyakit Kronis Peroleh Obat

Watampone, Upeks.co.id – Program Rujuk Balik (PRB) ditujukan bagi pasien dengan penyakit-penyakit kronis seperti diabetes mellitus, hipertensi, jantung, asma, penyakit paru obstruktif kronis, epilepsy, skizofre, stroke, dan sindroma lupus eritematosus. PRB wajib dilakukan bila kondisi pasien dalam keadaan stabil dan harus disertai dengan surat keterangan rujuk balik yang dibuat dokter spesialis/ sub spesialis.

Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Primer BPJS Kesehatan Cabang Watampone Kamaluddin Fakih menjelaskan, apabila ada peserta JKN-KIS mengalami salah satu dari penyakit kronis seperti disebutkan di atas dan sudah dinyatakan stabil oleh dokter spesialis di rumah sakit, maka pengobatan dilanjutkan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), misalnya Puskesmas.

“Mekanisme ini diawali dengan adanya surat rujuk balik yang diterbitkan rumah sakit yang memuat obat-obat apa saja yang akan dilanjutkan oleh pasien di FKTP. Selanjutnya dokter memeriksa dan menuliskan resep yang selajutnya dapat dilayani di apotik PRB yang telah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan,” terangnya saat ditemui di sela-sela acara pelatihan aplikasi bagi apotik PRB dengan seluruh FKTP Kabupaten Soppeng, Rabu (10/06).

Ia mengatakan bahwa melalui PRB ini secara tidak langsung akan terwujud integrasi pelayanan multiprofesi dalam hal ini apoteker, dokter FKTP dan dokter spesialis Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL).

“Dengan perluasan apotek PRB ke Ruang Farmasi Puskesmas berarti Ruang Farmasi Puskesmas sudah dapat melayani dan menagihkan obat PRB ke BPJS Kesehatan. Diharapkan kepuasan peserta PRB bisa meningkat karena tidak terkendala jarak lagi untuk pelayanan obat PRB-nya dan angka PRB aktif di FKTP bisa meningkat,” jelasnya.

Apoteker akan berperan dalam hal melakukan edukasi pengobatan, pemantauan kepatuhan dan dapat memberikan instruksi khusus bagi pasien yang beresiko tinggi. Dampaknya, peserta PRB akan memperoleh pengobatan yang maksimal.

Salah satu peserta sosialisasi dari Puskesmas Goarie, Kabupaten Soppeng, Suharpiami mengatakan bahwa Puskesmas Goarie sangat terbantu dengan hadirnya aplikasi Apotek PRB.

“Aplikasi Apotik PRB ini kami rasa sudah bagus sebab dengan adanya aplikasi tersebut Puskesmas dapat mengontrol pasien-pasien PRB dan pasien juga tidak jauh-jauh ke rumah sakit hanya untuk mengambil obatnya,” tuturnya. (Jamkesnews)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

#TRENDING

To Top