Operasi Yustisi, Banyak Warga tak Gunakan Masker

  • Whatsapp
Operasi Yustisi, Banyak Warga tak Gunakan Masker

Operasi Yustisi, Banyak Warga tak Gunakan Masker

ENREKANG,UPEKS.co.id — Operasi Masker di Kabupaten Enrekang terus digalakkan. Salah satu unsur yang  eksis melakukan operasi Yustisi adalah Polres Enrekang hingga tingkat Bhabinkamtibmas.

Bacaan Lainnya

Salah satunya adalah Polsek Anggeraja Polres Enrekang. Operasi di Pimpin langsung Aiptu Taslim bersama  Brigpol Arsan dan di dampingi Kanit Provos Bripka Zulkarnaim melakukan Operasi Yustisi di jalan Poros  Enrekang-Toraja tepatnya Kampung Baru Kelurahan Lakawan, Kamis (8/10/2020).

Operasi Yustisi adalah upaya percepatan penanggulangan penyebaran dan memutus mata rantai virus covid 19  hal ini sskaitan dengan pemberlakuan Perbup Nomor 42 Tahun 2020 tentang protokoler Covid-19.

Dalam pelaksanaannya, diwilayah Hukum Polsek Anggeraja ternyata masih banyak didapati masyarakat yang  dengan sengaja tidak menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah. jika mendapatkan masyarakat yang  tak mematuhi protokoler Kesehatan Petugas langsung memberikan sanksi berupa teguran dan hukuman.

Aiptu Taslim mengatakan, Operasi Yustisi ini bertujuan selain untuk memberikan edukasi kepada seluruh  masyarakat agar mematuhi protokoler kesehatan dengan tetap menggunakan masker, menjaga jarak, sering cuci  tangan, menghindari berkerumun dan membatasi diri untuk hal-hal yang tidak perlu dalam memutus penyebaran  virus covid19.

” Masyarakat yang belum mengikuti protokol kesehatan dengan wajib menggunakan masker akan di berikan  denda finansial atau sanksi lain berupa push Up sehingga menjadi efek jera kepada seluruh masyarakat”. Kata  Aiptu Taslim.

Terpisah, Kapolres Enrekang AKBP Endon Nurcahyo S.IK mengatakan bahwa operasi yustisi ini akan terus dilaksanakan jajaran kepolisian Polres Enrekang sehingga seluruh masyarakat tetap mengikuti protokol kesehatan  dengan wajib menggunakan masker,jaga jarak,cuci tangan pakai sabun hingga bersih dan hindari kerumunan  massa untuk sementara waktu dalam memutus mata rantai penyebaran virus covid19.(Sry)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *