Lawan Corona, Spensa Kombinasikan Daring dan Luring Penilaian Tengah Semester

  • Whatsapp
Lawan Corona, Spensa Kombinasikan Daring dan Luring Penilaian Tengah Semester

Lawan Corona, Spensa Kombinasikan Daring dan Luring Penilaian Tengah Semester

BANTAENG,UPEKS.co.id—Sudah beberapa bulan berlalu, sejak Tahun Ajaran Baru 2020/2021 dimulai, metode  pembelajaran tatap muka di sekolah belum dapat dilaksanakan, dikarenakan belum ada kepastian penyebaran  Covid-19 akan berakhir.

Bacaan Lainnya

Menyiasati hal ini, banyak sekolah akhirnya memilih metode belajar secara online atau dalam jaringan (daring)  dengan menggunakan perangkat internet. Namun, metode daring juga banyak menyisahkan banyak masalah,  agar proses pembelajaran tetap berjalan maka metode alternatifpun harus ditempuh.

Metode alternatif inilah yang akan diterapkan oleh SMP Negeri 1 Bantaeng. Di sekolah ini para pelajarnya tidak  hanya menggunakan metode pembelajaran secara daring, tapi juga akan dikombinasikan dengan metode luring.

Kepala SMPN 1 Bantaeng, Santosa, S.Pd mengatakan, pihaknya dalam melaksanakan penilaian tengah semester  memilih dua metode pembelajaran ini, lantaran metode daring juga banyak menuai masalah, karena terkendala  dengan jaringan maupun kelengkapan gawai pada siswa.

“Proses pembelajaran di masa pandemi ini harusnya disesuaikan dengan kondisi yang dimiliki para siswa-siswi.  Nah, inilah yang kita gunakan. Selain metode daring ada juga metode luring,” kata Santosa,Sabtu,3 oktober 2020.

Menurut Santosa, metode pembelajaran daring yang digunakan SMPN 1 Bantaeng yang dipimpinnya yakni  melalui, Geogle Form, Microsoft 365 maupun via Applikasi Whatsapp. Metode ini melibatkan interaksi antara siswa  dan guru dalam jaringan.

Sedangkan untuk metode luring, pihaknya membagi tim yang akan menyebar ke sejumlah rumah siswa.

Senada dengan ucapan Kepsek, Muh. Irham Hidayat mengatakan penggunaan metode daring dalam  pembelajaran dengan interaksi siswa-siswi dengan guru, memang memiliki keuntungan dan juga masalah.

Keuntungannya, antara kedua pihak terbantu di masa pandemi dengan tidak harus bertatap muka.

Tapi alasan lain yang harus dipikirkan adalah, materi pelajaran yang dibagikan itu tidak semua siswa dapat  mengikutinya.

“Jadi pertimbangan seperti siswa yang tidak mempunyai gawai atau terkendala jaringan akan menjadi masalah”. ujarnya.

“Kurikulum yang diterapkan sampai saat ini masih menggunakan K13 revisi terbaru yang penerapannya akan  disesuaikan dengan kondisi pandemi” kata Muh. Irham Hidayat.

Sebagai informasi, Irham menambahkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah  menerbitkan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 719/P/2020 tentang  Pedoman Pelaksanaan Kurikulum pada Satuan Pendidikan dalam Kondisi Khusus. Satuan pendidikan dalam  kondisi khusus dapat menggunakan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran peserta didik.

“Dengan demikian pembelajaran yang ada di sekolah SMPN 1 Bantaeng akan menjamin keamanan, kesehatan  dan keselamatan siswa agar proses pembelajaran bermutu akan dirasakan oleh semua siswa,jelasnya.  (Irwan.Patra).

Pos terkait