Gelar Pelatihan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Unhas  Kerjasama dengan “Kelompok Labbiri”

  • Whatsapp
Gelar Pelatihan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Unhas  Kerjasama dengan "Kelompok Labbiri"

TAKALAR, UPEKS.co.id–Tim pelaksana pengabdian dari Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Hasanuddin yang diketuai oleh Prof. Dr. Ir. Rohani AR, MSi bersama dengan Mahasiswa.

Ketua Tim pelaksana dan  pengabdian dari Unhas Prof Dr Ir Rohani  AR mengatakan,program ini sebagai  kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui peningkatan nilai tambah, ikan bandeng sebagai komoditi perikanan unggulan Desa Sanrobone Kecamatan Sanrobone Kabupaten Takalar. Sulsel

Bacaan Lainnya

“Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Pembinaan Desa Mitra (PPDM) berlangsung selama 2 hari pada 28-29 Agustus 2020 dengan mitra “Kelompok Labbiri” sebagai peserta penerima program.

lanjut Prof Rohani ,antusias peserta yang berjumlah 20 orang tidak lepas dari dukungan Pemerintah Daerah setempat yaitu Kepala Desa dan Camat Sanrobone.

“Kegiatan yang didanai oleh Badan Riset Nasional (BRIN) Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) Republik Indonesia.

Agenda inti dari kegiatan   dilaksanakan  yakni diawali dengan  memberikan penyuluhan, tentang diversifikasi produk ikan bandeng yang disesuaikan dengan potensi daerah setempat.

“Ikan bandeng dari Desa Sanrobone dikenal memiliki cita rasa yang lebih enak dibandingkan dengan bandeng dari daerah lain.”pungkasnya.

Praktek pembuatan produk bandeng khas Sanrobone yang difokuskan pada bandeng tanpa duri dan abon, bandeng mendapat perhatian penuh dari peserta pelatihan.

“Program yang difasilitasi oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Unhas tersebut difokuskan pada kemandirian anggota kelompok.”terangnya.

Untuk membuat kedua jenis produk dan dilanjutkan dengan pengemasan dan pemberian label yang menarik.

“Abon dan bandeng tanpa duri selain dikonsumsi sendiri oleh peserta untuk pemenuhan gizi keluarga

Dapat di jual khususnya di objek-objek wisata yang ada dalam wilayah Kabupaten Takalar.

“Hal ini akan menjadi cikal bakal wirausaha berbasis sumberdaya alam bagi masyarakat pesisir.”terangnya.

Lanjut dikatakan,Kegiatan berlangsung meriah, meskipun dalam suasana pandemik Covid-19 dengan tetap menerapkan protokol kesehatan bagi semua yang terlibat

Pelibatan peserta tetap dibatasi   jumlah peserta masing-masing 10 orang per hari, menggunakan masker, menjaga jarak, dan dilaksanakan di tempat terbuka.

“Dia juga diharapkan lahir  pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh menjadi motivasi bagi mitra untuk membuat produk turunan ikan bandeng sebagai sumber penghasilan alternatif untuk meningkatkan pendapatan keluarga”kunci Prof Dr Ir Rohani AR. (Jahar)

Pos terkait