Setelah Mendapat Protes Warga, Klinik Aisiyah Enrekang Tutup Pelayanan Pemeriksaan Rapid Tes

  • Whatsapp
Setelah Mendapat Protes Warga, Klinik Aisiyah Enrekang Tutup Pelayanan Pemeriksaan Rapid Tes

ENREKANG, UPEKS.co.id — Baru-baru ini masyarakat di resahkan dengan adanya pembayaran Rapid tes sebesar Rp 250 ribu di Klinik Aisiyah Enrekang. Penanggung jawab Klinik Aisiyah Enrekang Bidan Ratna membenarkan jika pihaknya melayani permohonan Rapid tes namun sama sekali tidak ada hubungannya dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Enrekang.

Hingga berita ini diturunkan, sudah sekitar 17 orang yang melakukan Rapid tes di Klinik tersebut.

Bacaan Lainnya

Dia mengatakan alat Rapid itu memang harganya mahal karena itu pengadaan untuk internal Klinik saja. Tapi waktu itu ada orang yang datang minta tolong untuk Dirapid tes untuk persyaratan keluar daerah jadi Bidan Ratna memberikan pelayanan. Karena ada protes masyarakat jadi pemeriksaan Rapid tes di Klinik Aisiyah saat dihentikan oleh pihak klinik.

” Sekarang saya tutupmi karena banyak yang mengeluh terlalu mahal padahal memang itu alat saya beli mahal karena sebenarnya itu pengadaan untuk klinik ji itu. Itu sebenarnya hanya untuk persediaan kami disini, cuman kemarin ada yang minta tolong di Rapid tes jadi kami layani. Tapi sekarang sudah saya tutup, tidak ada lagi pemeriksaan Rapid tes di Klinik kami”. Kata Bidan Ratna.

Tentang keterangan hasil Rapid yang tidak ditada tangani dokter ia mengatakan sebenarnya Kliniknya hanya mengeluarkan hasil Lab saja sehingga tidak harus ditangani oleh dokter. Karena bukan surat keterangan yang dipergunakan untuk perjalanan keluar daerah.

” Jadi kami disini hanya mengeluarkan hasil Lab saja apakah hasilnya Reaktif atau Non Reaktif bukan untuk digunakan perjalanan keluar daerah. Jadi saya tegaskan  bahwa kami di klinik hanya mengeluarkan hasil Rapid saja bukan sebagai persyaratan untuk dipakai perjalanan”. Tegas Bidan Ratna.

Bidan Ratna mengatakan apa yang dilakukan Klinik Aisiyah tidak ada hubungannya dengan Dinas Kesehatan. Dia mengatakan ini adalah kesalah pahaman saja. Apalagi sebelum melayani masyarakat yang ingin Rapid pihak klinik sudah memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa kliniknya tidak menjadikan pemeriksaan Rapid sebagai lahan bisnis tapi hanya semata-mata ingin menolong saja.

Perlu masyarakat pahami bahwa Klinik Aisiyah adalah klinik swasta yang tidak ada hubungannya sama sekali dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Enrekang. Apa yang mereka lakukan adalah pengadaan untuk klinik sendiri yang include dengan APD lengkap untuk pemeriksaan Rapid tes. Jelas harganya mahal dan berbeda dengan rumah sakit milik Pemerintah. (Sry)

Pos terkait