MAJENE, UPEKS.co.id—Pejabat Sekretaris Daerah Majene, Burhan didampingi sejumlah pimpinan OPD lainnya melakukan pemantauan harga
dan ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat di pasar sentral Majene, Rabu (29/7/2020).
Hasil pantauan sementara di Pasar Sentral Majene, diketahui tidak ada kenaikan harga sembako yang signifikan Sementara untuk ketersediaan
kebutuhan pokok menjelang lebaran Idul Adha terpantau masih cukup.
- Wagub Sulsel Soroti Perlindungan Anak di Pesantren, DPP ICATT Usulkan Satgas Terpadu Awasi Pesantren Tak Berizin
- Marak Kasus Kekerasan di Pesantren, ICATT Dorong Penguatan Sistem Perlindungan Anak yang Profesional dan Humanis
- GP Ansor Sulsel Sukses Gelar PKN X dan Susbanpim IX, Diikuti 120 Kader dari Sumatera hingga Papua
“Dari pantauan tadi, memang ada kenaikan harga sembako, namun tidak signifikan seperti bawang, cabe, telur dan ayam potong sedikit mengalami kenaikan, ayam potong 60 ribu per ekornya, ayam kampung 90
ribu rupiah per ekor, telur 46 ribu per satu rak. Kalau beras dan sebako lainnya harganya tetap, bahkan ada harga yang turun, ” terang Burhan.
Burhan juga mengatakan, untuk ketersediaan bahan pokok menjelang lebaran hingga selesai lebaran nanti masih cukup, seperti beras, gula, rempah dan kebutuhan pokok lainnya masih aman.
“Hanya saja kami meminta kepada para pedagang agar barang-barang yang dijual bersih dan sehat, apalagi menghadapi lebaran Idul Adha
permintaan konsumen pasti meningkat. Dinas Perdagangan, dan instansi
terkait lainnya juga tetap akan melakukan pemantauan kemungkinan lonjakan harga,” pungkasnya.(Alimukhtar)




