Aksi Menuntut Muzayyin Berlanjut ke Ranah Hukum

  • Whatsapp
Aksi Menuntut Muzayyin Berlanjut ke Ranah Hukum

Aksi Menuntut Muzayyin Berlanjut ke Ranah Hukum

MAKASSAR, UPEKS— Aksi yang dilakukan warga Pesantren Darul Istiqamah yang protes pernyataan Muzayyin  Arif berbuntut panjang.

Bacaan Lainnya

Selanjutnya, Rabu, 15 Juli 2020, empat orang diantara mereka diundang ke Polda Sulsel atas laporan yang  dimasukkan Muzayyin Arif. Mereka adalah, Muallim Arif (kakak dari Muzayyin), Salahuddin Tahir, Rizal Mukarram, dan Zaid Nasrullah.

Diketahui, warga Pesantren menuntut pernyataan Muzayyin Arif yang telah menyatakan, pesantren ini telah  dipihakketigakan kepada perusahaan properti yaitu Relife, yang kantor pemasarannya saat ini berdiri di atas tanah  pesantren.

Dia mengatakan, Pesantren memiliki utang kepada pihak ketiga tersebut. Olehnya itu, mereka mendesak Muzayyin  menyebutkan berapa utang pesantren, dan meminta agar Masterplan yang akan dijalankan Relife dihentikan.

Dalam Masterplan Relife (ada di Youtube), digambarkan rencana pembangunan kota besar di wilayah pemukiman warga pesantren Darul Istiqamah.

Mufassir Arif, Kepala Kantor Pusat Pesantren yang juga saudara dari Muzayyin, yang ikut mendampingi warga yang dipanggil ke Polda mengatakan, jika Masterplan ini terus dijalankan, itu merupakan bentuk pengkhianatan kepada amanah umat, karena akan menghapus pemukiman warga, bahkan ruh pesantren.

“Dan yang saya anggap tak layak, adalah ketika orangtua (Ustadz M. Arif Marzuki, Pimpinan Pesantren) mengungkapkan ketakutan beliau kalau dituntut oleh pihak ketiga tersebut, padahal yang kami ketahui adalah  Relife itu milik Muzayyin juga,” ujarnya.

Mufassir juga menekankan masalah ini bukanlah masalah internal keluarga, karena menyangkut kepentingan  orang banyak, yang mana lingkungan pesantren itu dihuni kurang lebih 400 KK.

Sebagaimana Mufassir mengungkapkan harapan kepada Muzayyin yang saat ini sudah menjadi pejabat yakni  Wakil Ketua DPRD provinsi Sulsel dari Fraksi PKS, agar menurunkan egonya demi menyelamatkan aset umat, yang merupakan amal jariyah banyak orang, mulai dari warga, alumni, santri, dan simpatisan Pesantren Darul Istiqamah. (jir/rls).

Pos terkait