Sosialisasi Aplikasi Laut Nusantara ke Mahasiswa dan Pelajar di KTI

  • Whatsapp
Sosialisasi Aplikasi Laut Nusantara ke Mahasiswa dan Pelajar di KTI

Sosialisasi Aplikasi Laut Nusantara ke Mahasiswa dan Pelajar di KTI

MAKASSAR.UPEKS.co.id—PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) dan Balai Riset dan Observasi Laut (BROL)  Kementerian Kelautan dan Perikanan RI kerjasama sosialisasikan aplikasi Laut Nusantara ke kalangan nelayan  dan para pemangku kepentingan terkait di berbagai pelosok Nusantara. Di Kawasan Timur Indonesia (KTI).

Bacaan Lainnya

Sosialisasi juga diberikan kepada pelajar dan mahasiswa. Ratusan siswa Sekolah Usaha Perikanan Menengah  (SUPM) Ambon dan mahasiswa Politeknik Kelautan dan Perikanan (Poltek KP) Sorong.

Sebagian besar dari mereka merupakan keluarga nelayan, mengikuti sosialisasi pemanfaatan teknologi digital  untuk membantu para nelayan kecil meningkatkan produktivitas tersebut secara daring, Rabu (17/6).

Melalui para pelajar dan mahasiswa tersebut, transfer teknologi diharapkan bisa dilanjutkan ke para orang tua mereka di kampung halaman.

Kegiatan dibuka Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan, Prof. R. Syarief Widjaja, Ph.D, FRINA. Narasumber Kepala Balai Riset dan Observasi Laut (BROL) Kementerian Kelautan dan Perikanan,  Dr. I Nyoman Radiarta, Peneliti Balai Riset dan Observasi Laut (BROL) Kementrian Kelautan dan Perikanan, Eko  Susilo, dan Group Head Corporate Communications XL Axiata, Tri Wahyuningsih.

Group Head Corporate Communications XL Axiata, Tri Wahyuningsih mengatakan, “sesuai tema, kami menyasar
melakukan sosialisasi aplikasi Laut Nusantara kepada para siswa SUMP Ambon dan mahasiswa Poltek KP,  Sorong.

Sebagian besar mahasiswa disini berasal dari keluarga nelayan. sehingga, kami berharap sosialisasi ini selain  bisa menambah pengetahuan dan wawasan para mahasiswa tentang urgensi transformasi dan adopsi teknologi digital pada sektor perikanan, juga terjadi transfer pengetahuan kepada keluarga mahasiswa yang menjadi  nelayanan di kampung.

Bagaimana pun juga, adopsi teknologi digital harus kita lakukan kepada para nelayanan agar mereka bisa lebih  produktif dan lebih aman selama mencari nafkah di laut.”

Selain pelajar dan mahasiswa, sosialisasi Laut Nusantara juga diikuti oleh para pengajar di kedua lembaga pendidikan perikanan tersebut, juga para penyuluh kelompok nelayan, serta ratusan nelayan dari berbagai desa di area Sorong dan Ambon, dan komunitas perikanan lainnya di berbadai daerah di Indonesia.

Bersamaan dengan acara ini, XL Axiata dan BROL juga menyerahkan seperangkat aplikasi Laut Nusantara,  termasuk smartphone dan paket data untuk mengoperasikannya. Di Sorong, paket donasi perangkat tersebut diserahkan kepada 42 taruna Poltek KP, 65 nelayan, dan 13 penyuluh. Sementara itu di Ambon, paket donasi
diserahkan kepada 20 siswa SUPM dan 20 nelayan.

Sorong dan Ambon dipilih menjadi lokasi sosialisasi ini karena memiliki komunitas nelayan tradisional yang cukup besar. Komunitas nelayan Papua Barat tersebar di 13 kota/kabupaten, yaitu Kabupaten Fakfak, Kaimana, Manokwari, Rensiki, Kumurkek, Anggi, Waisai, Kaimas, Teminabuan Fef, Bintuni, Rasiei, dan Kota Sorong. Jenis- jenis ikan tangkapan mereka antara lain Kakap dan Kerapu.

Sebagian besar dari mereka saat ini masih mengandalkan cara tradisional dalam mencari ikan di laut. Laut tempat mereka mencari ikan antara lain meliputi wilayah laut Halmahera yang berada di arah Barat dari daratan Papua  Barat.

Sementara itu, di Maluku, termasuk Ambon, komunitas nelayan Maluku tersebar di 11 kota/kabupaten, yaitu  Kabupaten Buru, Buru Selatan, Kepulauan Aru, Maluku Barat Daya, Maluku Tengah, Maluku Tenggara,  Kepulauan Tanimbar, Seram Bagian Barat, Seram Bagian Timur, Kota Ambon dan Kota Tual. Jenis-jenis ikan  tangkapan mereka antara lain Tuna, Tongkol dan Cakalang. Sebagian besar dari mereka saat ini masih  mengandalkan cara tradisional dalam mencari ikan di laut. Laut tempat mereka mencari ikan antara lain meliputi  wilayah laut Seram dan Laut Banda.

R. Syarief Widjaja menyampaikan, aplikasi Laut Nusantara ini merupakan wujud dukungan terhadap program dan  arah kebijakan pembangunan kelautan dan perikanan 2020-2024. Persisnya dalam hal penguatan SDM dan  inovasi riset kelautan dan perikanan, melalui hilirisasi riset berbasis transformasi digital. Program tersebut juga  bertujuan meningkatkan produksi perikanan tangkap, selain juga mendorong pertumbuhan nilai tukar nelayan.

Sementara itu, I Nyoman Radiarta menyebut aplikasi Laut Nusantara merupakan bukti nyata hilirisasi hari riset  unggulan yang telah dilakukan oleh BROL untuk mendukung program KKP dalam hal inovasi riset dan peningkatan  SDM kelautan dan perikanan.

Menurutnya, saat ini aplikasi Laut Nusantara sudah diunduh sebanyak 27 ribu pengguna. Melihat perkembangan  ini, Laut Nusantara terus mengembangkan fitur-fitur yang ada, yang disesuaikan dengan perkembangan  kebutuhan nelayan, tentunya didukung juga dengan informasi penting dari Balai Riset dan Observasi Laut (BROL)  yang dapat mendukung kenyamanan, keamanan dan efektifitas nelayan dalam menangkap ikan.

XL Axiata dan BROL telah melaksanakan sosialisasi penerapan aplikasi Laut Nusantara sejak 2018 lalu, dan total  telah menjangkau tidak kurang dari 27 ribu nelayan di 23 kota/Kabupaten seluruh Indonesia. Aplikasi Laut  Nusantara, yang saat ini telah sampai pada tahap pengembangan Fase 3, merupakan aplikasi digital yang
ditujukan bagi kalangan nelayanan tradisional yang biasa menggunakan peralatan tradisional dan beroperasi tidak  lebih dari 20 mil dari garis pantai. (rls).

Pos terkait