Rapat Kerja DPRD-Tim Gugus Tugas Covid-19 Majene Berjalan Alot

  • Whatsapp
Rapat Kerja DPRD-Tim Gugus Tugas Covid-19 Majene Berjalan Alot

Rapat Kerja DPRD-Tim Gugus Tugas Covid-19 Majene Berjalan Alot

MAJENE, UPEKS.co.id—Rapat kerja gabungan Komisi DPRD bersama tim Gugus Tugas Covid-19 dan Tim  Anggaran Pemkab Majene berjalan alot, beberapa anggota dewan yang hadir terlibat saling adu argumentasidengan wakil Ketua DPRD.

Bacaan Lainnya

Rapat kerja gabungan yang digelar Selasa (9/6/2020) di rung rapat gedung DPRD ini, dipimpin wakil Ketua I DPRD, M.Idwar didampingi wakil Ketua DPRD II, Adi Ahsan membahas realiasasi penggunaan anggaran yangdigunakan Tim Gugus Tugas Cociv-19 Majene, untuk penanganan Covid-19.

Rapat dihadiri pejabat Sekda Majene, Burhan Usman, Kadis Kesehatan, dr.Rahmat Malik, Kepala BAKD Majene, Kasman Kabil, Kepala Pelaksanan BPBD, Ilhamsyah didampingi jubir Tim Gugus Tugas Covid-19, Sirajuddin serta Direktur RSUD Majene, dr.Yufi.

Anggota DPRD dari PAN, Hasriadi sebelum rapat dimulai menyarankan agar rapat kerja gabungan Komisi yang  digelar ini untuk sementara diskorsing. Pasalnya beberpa pimpinan OPD yang diundang belum hadir,karena apa yang akan dibahas hari ini

“Pimpinan sidang, saya cuma memberikan saran agar rapat diskor, mengingat beberapa pimpinan OPD yang terkait belum hadir. Ini untuk memperlancar pembahasan secara menyeluruh terkait realisasi penggunaananggaran yang dikelelola Tim Gugus Tugas Covid-19, sudah berapa habis anggaran dan berapa yang masih
tersisasi. Apakah honor petugas penjaga di perbatasan Majene dan Maliaya yang 50 orang setiap masih  dibayarkan Rp.150 ribu per hari masih dibayarkan, itu yang perlu dibahas hari ini, ”ucap Hasiradi.

Anggota DPRD lainnya Adi Ahsan, yang juga wakil Ketua DPRD menyatakan rapat yang digelar hari ini sepertinya  belum bisa membahas realisasi penggunaan anggaran yang dikelola Tum Gugus Tugas Covid-19, mengingat SK  Parsial hingga hari ini belum ada dari Pemda.

Sementara uang sudah digunakan, itu kan tim covid sudah menggunakan anggaran, tapi sk parsial belum dikirim  ke DPRD, dan kita tidak tahu apa yang direfocusing, anggaran apa saja yang digeser, jadi hari ini yang perlu kita bahas soal rapid test.

Mengingat sudah banyak warga kita yang akan kembali ke perantauan, mereka butuh rapid test, makanya hari ini perlu diperjelas apakah pemda akan menggratiskan warga yang tidak mampu atau tidak, ungkap Adi  Ahsan.

Sementara menanggapi pertanyaan dari sejumlah anggota DPRD Majene, Kepala Badan Keuangan dan Aset  Daerah, Kasdman Kabil menjelaskan, SK parsial hasil refocusing anggaran untuk penanganan covid-19 sudah  ada.

“Hanya memang agak terlambat, karena ada beberapa OPD yang masih bingung menyesuaikan penggeseran  anggarannya, misalnya anggaran rapat, makan dan minumnya mana yang harus dikurangi. Jadi memang agak  sulit sebab setiap kita mau finalkan adalagi OPD yang belum selesai menyesuaikan, Kalau untuk dana pokir
anggota DPRD Majene tetap juga dipotong,”ungkap Kasman.(Alimukhtar).

Pos terkait