Pasca Penolakan, Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Ujung Tanah Turun Sosialisasi

  • Whatsapp
Pasca Penolakan, Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Ujung Tanah Turun Sosialisasi

Pasca Penolakan, Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Ujung Tanah Turun Sosialisasi

MAKASSAR, UPEKS.co.id — Pasca aksi penolakan rapid test oleh oknum warga di sejumlah wilayah, Tim Gugus  Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kecamatan Ujung Tanah, Kota Makassar, turun melakukan sosialisasi  ke masyarakat.

Bacaan Lainnya

Camat Ujung Tanah Andi Unru yang memimpin langsung sosialisasi tersebut, memberikan pemahaman kepada  masyarakat terkait penanganan Covid-19 termasuk pelaksanaan rapid test oleh tim Gugus.

“Kami turun sosialisasi sekaligus untuk meluruskan isu isu yang berkembang perihal rapid test massal yang kurang  dipahami kegunaannya oleh masyarakat,” kata Camat Andi Unru didampingi Ketua PKK kecamatan Ujung Tanah,  Andi Mahliana saat melakukan sosialisasi di jalan Barukang 6 kelurahan Pattingaloang Baru, Selasa pagi (9/6)

Camat Andi Unru yang turun dengan menyasar lorong lorong, mengimbau masyarakat agar senantiasa mematuhi  protokol kesehatan saat beraktivitas.

“Tabe bapak bapak dan ibu, semua harus menjalankan protokol kesehatan saat beraktivitas, menggunakan  masker, jaga jarak dan senantiasa mencuci tangan pakai sabun,” imbuhnya.

Ia juga meminta masyarakat agar menerapkan interaksi terbatas dan imunitas tinggi berbasis kearifan lokal atau  yang disebut dengan “low contact and high immunity”.

Pada kesempatan itu, Andi Unru juga mengajak warga untuk melakukan olahraga senam ringan agar  melancarkan peredaran darah, memanfaatkan lahan pekarangan rumah bercocok tanam herbal agar dapat di  konsumsi saat pandemi ini.

“Di daerah kita ini terdapat 16 orang positif Covid, dan kita berharap tidak ada lagi penambahan,” harapnya.

Perihal maraknya penolakan rapid test massal oleh warga dengan memasang spanduk, Andi Unru menyebut jika  warganya hanya ikut ikutan. Mereka terprovokasi dengan isu-isu menyesatkan di social media.

“Daerah Ujung Tanah ini bukan episentrum Covid-19, jadi tidak perlu dilakukan rapid test. Hanya saja, warga  termakan provokasi hoax dari sosmed,” pungkas Andi Unru.(Rasak)

Pos terkait