Kepala PKTN Kementerian Perdagangan RI: Harga dan Stok Gula Pasir di Gowa Stabil

Kepala PKTN Kementerian Perdagangan RI: Harga dan Stok Gula Pasir di Gowa Stabil

Kepala PKTN Kementerian Perdagangan RI: Harga dan Stok Gula Pasir di Gowa Stabil

GOWA, UPEKS.co.id– Untuk memastikan stok dan harga stabil dipasaran, Balai Perlindungan Konsumen dan  Tertib Niaga, Kementerian perdagangan RI bersama Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdastri) Gowa  melaksanakan Inspeksi mendadak (Sidak) kesejumlah pedagang dan Distributor Gula Pasir yang ada di  Kabupaten Gowa.

Bacaan Lainnya

Kepala Balai PKTN Kementerian perdagangan, Ardiansjah mengatakan sidak yang dilaksanakan ini untuk  memberikan kepastian harga dan ketersediaan kebutuhan pokok bagi masyarakat, khususnya gula pasir.

“Sebelum melaksakan sidak, beberapa hari yang lalu kita sudah lakukan operasi Pasar terlebih dahulu. Karena  kita tau beberapa daerah ada yang mengalami kelangkaan gula pasir dan harga tidak stabil, terlebih di masa  Pandemi Covid 19. Olehnya itu kami pantau langsung dilapangan,”katanya disela-sela sidak di Pasar Induk
Minasamaupa, Kamis (25/6/2020) pagi.

Dari hasil tinjauan dilapangan kata Ardianjah sejumlah distributor, swalayan dan pedagang eceran menjual dengan  harga eceran tertinggi (het), yakni Rp.12.500 untuk kemasan satu kilo gula pasir.

“Harga eceran untuk gula pasir yang saya pantau di Gowa itu stabil, tidak naik.untuk 1 kilo itu rata-rata pedagang menjual dengan harga Rp.12.500 . Walapun ada sebagian kecil ada yang menjual Rp.13.000, namun itu masih  wajar,”ucapnya.

Sedangkan untuk memastikan kebutuhan masyarakat mengkonsumsi gula pasir, Ardiansjah mengatakan kementerian perdagangan telah menyuplai gula pasir sebanyak 30 ton untuk kabupaten Gowa.

“Kita sudah suplai 30 ton gula pasir untuk kabupaten Gowa. Selain Gowa, ada 2 kabupaten di Sulsel yang juga  telah menerima, yakni kabupaten Sidrap dan Soppeng,”jelasnya.

Kepala Dinas Perdagangan dan perindustrian (Disperdastri) Kabupaten Gowa, Andi Sura Suaib mengatakan  kegiatan penetrasi pasar ini merupakan salah satu upaya pemerintahan untuk memantau dan menstabilkan harga  kebutuhan pokok.

“Ini salah satu upaya pemerintahan menstabilkan harga kebutuhan pokkk. Memang harga gula pasir pernah naik  jadi Rp.19.000 perkilo. Alhamdulillah sejak Minggu lalu harganya sudah normal menjadi Rp12.500 perkilo,”  ucap Andi Sura Suaib yang didampingi oleh Danramil 1409-01 Somba Opu, Kapten Inf Syaiful. (Sofyan).

Pos terkait