DPRD Sorot Kinerja Tim Gugus Tugas Covid-19 Enrekang

  • Whatsapp
DPRD Sorot Kinerja Tim Gugus Tugas Covid-19 Enrekang

DPRD Sorot Kinerja Tim Gugus Tugas Covid-19 Enrekang

ENREKANG, UPEKS.co.id — Pemkab Enrekang khususnya Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19  dianggap lamban, bahkan terkesan tak serius dalam penanganan kasus Covid-19 di Enrekang.

Bacaan Lainnya

Salah satu Lembaga yang menyoroti hal itu adalah DPRD kabupaten Enrekang yang mengupas masalah tersebut  dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar baru-baru ini.

Terutama pada penyerapan anggaran Penanganan Covid-19 yang disiapkan sebesar Rp15 Miliar hingga saat ini  baru dicairkan sekitar 2 Miliar lebih atau 18 persen.

DPRD menegaskan Gugus Tugas terkesan tidak siap dalam  menangani penyakit infeksi virus Corona sehingga banyak masalah yang ditemukan dilapangan terutama di RSUD  Maspul.

Anggota DPRD kabupaten Enrekang dari Komisi II, Mustain Sumuele mengatakan seharusnya Tim Gugus Tugas  memaksimalkan penggunaan dana tersebut sehingga kasus positif Covid-19 tidak semakin bertambah setiap saat.

“Selama ini kita di DPRD didesak untuk menyetujui anggaran Penanganan Covid-19, akhirnya kita sepakat tidak  usah menunggu perubahan APBD langsung saja gunakan SK Parsial karena ini kondisinya darurat. Namun tetap  saja terlihat Ketidaksiapan Pemerintah dalam memaksimalkan penggunaan anggaran itu”. Kata Legislator dari  Partai Gerindra ini

Untuk itu DPRD akan terus mengawal kinerja Gugus Tugas. Bahkan DPRD telah membentuk Pansus untuk  memantau dan mengevaluasi apa yang telah Gugus Tugas lakukan dalam penanganan kasus Covid-19.

“Rencananya tanggal 6 Juni akan melakukan evaluasi kinerja Gugus Tugas. Jadi kita akan lihat lagi apa hasil  evaluasinya bagaimana penyaluran bantuan dan menggunakan Anggaran”. Kata Mustain.

Ketua DPD II Partai Gerindra Kabupaten Enrekang ini mengangkat, seharusnya Tim Gugus Tugas  memaksimalkan penggunaan anggaran sesuai dengan program kerjanya. Apalagi kondisi kasus positif sekarang  selalu bertambah, Mustain mengatakan hal ini tidak bisa dibiarkan meski penambahannya hanya satu itu tetap
menjadi bertanggung jawab Tim Gugus Tugas.

“Makanya kita dari awal meminta susunan program kerja sesuai SOP standar diderah. Ini memasukkan usulan  anggaran tapi tidak tau apa yang akan dibeli itulah yang menyembah Tim Gugus Tugas tidak mampu  menggunakan Anggaran Percepatan Penanganan Covid-19 dengan maksimal” ujarnya.

“Seharusnya kan mereka merinci dulu apa yang akan mereka butuhkan dalam penanganan Covid-19, apa saja  yang akan mereka lakukan. Ada perencanaan yang matang, bukan minta Anggaran tapi tidak ada perencanaan  pengadaan barang sehingga ini yang membuat penggunaanya tidak maksimal”. Tambahnya. (Sry)

Pos terkait