Inovasi Bappelitbangda Sulsel Dapatkan Apresiasi Nasional

  • Whatsapp
Inovasi Bappelitbangda Sulsel Dapatkan Apresiasi Nasional

–foto: fajar.co.id–

MAKASSAR, Upeks.co.id–Inovasi yang digagas oleh Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Provinsi Sulawesi Selatan mendapat apresiasi nasional.

Bacaan Lainnya

Hal ini terlihat saat Kepala Bappelitbangda Provinsi Sulawesi Selatan, Prof. Yusran Yusuf didapuk menjadi salah satu narasumber webinar yang dilaksanakan oleh Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Republik Indonesia, Kamis, 30 April 2020.

Pada acara yang mengangkat tema “Mengembangkan Skema Insentif Fiskal Berbasis Ekologi di Daerah : Inisiatif dan Rekomendasi Masa Depan” tersebut, Kepala Bappelitbangda Provinsi Sulawesi Selatan, Prof. Yusran Yusuf memaparkan rumusan berupa Kebijakan Transfer Anggaran Provinsi berbasis Ekologi (TAPE) yang merupakan gagasan bersama dengan Asia Foundation.

Yusran Yusuf mengatakan bahwa TAPE merupakan bagian dari implementasi komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan untuk Pembangunan Rendah Karbon yang telah diawali dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) bersama Bappenas.

“Ini juga sekaligus upaya sistematis untuk memastikan terwujudnya pembangunan berkelanjutan. Selain itu kebijakan TAPE juga dapat mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU), khususnya terkait Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (ILKH) dan Potensi Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca (GRK),” katanya.

Lebih lanjut, Yusran Yusuf menyebutkan bahwa hasil rumusan dari kebijakan TAPE tersebut nantinya akan disusun dalam Peraturan Gubernur (Pergub) yang menjadi landasan penerapannya.

“Dalam Pergub tersebut, TAPE nantinya akan mengatur kinerja pengelolaan lingkungan kabupaten/kota yang menjadi salah satu kriteria dan indikator alokasi bantuan keuangan daerah dari provinsi,” lanjutnya.

Ia juga menjelaskan aspek-aspek yang menjadi indikator alokasi bantuan keuangan daerah tersebut.

“Indikatornya terdiri dari 4 aspek, meliput penurunan emisi gas rumah kaca, perubahan tutup lahan, pertanian berkelanjutan, dan energi baru terbarukan,” jelasnya.(rls)

Pos terkait