BANTAENG,UPEKS.co.id—PDAM Bantaeng bekerjasama USAID IUWASH PLUS menggelar Fokus Group Discussion (FGD)III Penyusunan Rencana Bisnis PDAM Kabupaten Bantaeng.
Kegiatan ini diikuti 20 orang peserta yang berasal dari Direksi PDAM,Tim penyusun Rencana Bisnis,USAID IUWASH PLUS,Urban Water Specialist,WASH Finance Specialist dan BCMA Bantaeng.
Acara ini berlangsung di Hotel Ahriani Kabupaten Bantaeng, Selasa,11 Februari 2020.
Menurut Vicky Mundiahi WASH Finance Specialist IUWAS PLUS mengatakan,latar belakang Kegiatan FGD ini kita laksanakan adalah Untuk memastikan peningkatan akses terhadap layanan WASH secara berkelanjutan, USAID IUWASH PLUS berpegang pada hipotesis pembangunan yang berfokus pada penguatan sistem pemberian layanan, agar dapat menjangkau segmen penduduk yang paling miskin dan rentan secara lebih efektif.
Untuk mencapai hal tersebut, program ini melakukan sejumlah kegiatan melalui empat komponen yang saling terkait, yaitu,meningkatkan layanan WASH rumah tangga,memperkuat kinerja kelembagaan WASH di tingkat kota,memperkuat lingkungan pembiayaan WASH dan memajukan advokasi, koordinasi dan komunikasi WASH nasional.
Untuk mendukung komponen-komponen tersebut, USAID IUWASH PLUS juga menjalankan Komponen Keberlanjutan dan Inovasi Lokal (LSIC) yang dirancang untuk mendorong inovasi WASH yang dapat memperkuat masyarakat, sektor swasta, pemerintah, dan penyedia layanan WASH.
PDAM Kab Bantaeng melayani 84.780 orang dari 186.612 orang di wilayah administratif dengan cakupan layanan 45.43%. Hasil audit tahun 2018 berdasarkan Kemendagri Nomor 47 Tahun 1999 Tanggal 31 Mei 1999 dengan nilai 52.11 dikategorikan “Cukup” sedangkan berdasarkan atas Indikator BPPSPAM dengan nilai total 2.70 atau dikategorikan “Kurang Sehat”.
PDAM Kab Bantaeng sudah memiliki Rencana Bisnis yang akan berakhir pada tahun 2020. Untuk meningkatkan performance PDAM secara effektif dan efisien sangat penting untuk memiliki Rencana Bisnis sebagai road map pengembangan perusahaan ke depan.
Rencana Bisnis juga akan memberikan “road map” bagaimana PDAM menyelesaikan permasalahan terkait dengan cakupan, pengembangan infrastruktur, keuangan (termasuk pembiayaan keuangan jangka panjang serta perhitungan tariff yang tepat untuk memastikan pengembalian biaya dapat terpenuhi.
Rencana Bisnis ini akan mencakup 5 tahun periode pengembangan mulai tahun 2020-2024. Penyusunan Rencana Bisnis ini akan dilaksanakan sepenuhnya dengan partisipasi PDAM agar dengan demikian PDAM akan merasa memiliki Rencana Bisnis tersebut sekaligus sebagai ajang event peningkatan kapasitas karyawan.
Tujuannya adalah untuk melanjutkan hasil pembahasan materi Rencana Bisnis PDAM Kabupaten Bantaeng termasuk pemantapan Visi dan Misi, validasi kondisi internal dan eksternal, proyeksi kebutuhan air minum serta indikasi program dan kebutuhan pendanaannya,jelas Vicky.
Lanjut kata dia,adapun output atau hasil yang diharapkan dari kegiatan ini adalahFinalisasi materi Rencana Bisnis PDAM Bantaeng dan adanya Pemantapan Tim Penyusun Bisnis Plan dalam
pemaparan kepada peserta Workshop “Ekspose Bisnis Plan”,pungkasnya.(Irwan.P)




