MAKASSAR,UPEKS.co.id—Forum Group Discussion Perpustakaan Nasional RI bertema ”Renstra 2020-2024” hadirkan narasumber Didik Darmanto, S.Sos.M.P.A (Kepala Subdirektorat Kebudayaan Bappenas), Bachtiar Adnan Kusuma, S.Sos.M.M (Pegiat Literasi Sulsel dan Penggagas perpustakaan lorong Makassar), Dr.Adin Bondar, M.Si. (Kabag Perencanaan Perpusnas RI).
Bertindak moderator, Arief dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulsel. FGD dibuka Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulsel Moh.Hasan, S.H.M.H.
Dia berharap Sulsel peroleh perhatian khusus dari Perpustakaan Nasional sebagai salah satu provinsi terdepan dalam menggalakkan gerakan literasi di Indonesia Timur.
” Atas nama Pemprov Sulsel, berterima kasih atas atas perhatian besar Perpustakaan Nasional yang menyalurkan bantuan DAK Rp 60 M untuk pembangunan fasilitas perpustakaan di Kab/Kota di Sulsel,” papar Hasan di depan para Kadis Perpustakaan Kab/Kota, Kepsek SMA SMP, PTN, PTS, Kamis 21/11 di Swiss Ball Hotel Makassar.
Sementara, Dr.Adin Bondar, mengakui wilayah timur termasuk Sulsel mendapat perhatian khusus dari Perpustakaan Nasional.
“Kami juga memberikan apresiasi yang tinggi atas gagasan prakarsa masyarakat mendirikan perpustakaan lorong di Makassar,” papar Bondar.
Untuk mempercepat terwujudnya masyarakat literasi Indonesia, tak sekadar dibutuhkan besarnya permintaan masyarakat. Tapi perlu juga diikuti dengan supply penyediaan buku-buku yang bermutu. “Selain dibutuhkan gerakan budaya membaca juga gerakan menulis sebagai pilar penting literasi Indonesia”, tegas Didik.
Bachtiar Adnan Kusuma, lebih menekankan perlunya mempertegas kembali makna literasi sebagai gerakan nasional yang tumbuh dan bergerak terus menerus secara simultan, memassal dan kosmopolit.
Dia menggugat peserta FGD agar mengembalikan persepsi dan paradigma yang jelas bahwa literasi itu gerakan yang bertumpu pada perbuatan.
Karena itu, sebagai sebuah gerakan masyarakat, gerakan literasi adalah gerakan yang melibatkan semua kekuatan masyarakat dengan pola pendekatan kemitraan antara pemerintah dan masyarakat.
“Kami berharap Perpustakaan Nasional memberikan kepercayaan Sulsel menjadi tuan rumah Kemah Literasi Nasional 2020” tutup Tenaga Ahli Komisi E DPRD Sulsel ini.(rls)




