FPPM Dialog Perempuan untuk Perempuan ”Toleransi dan Pemberdayaan”.

FPPM Dialog Perempuan untuk Perempuan ''Toleransi dan Pemberdayaan''.

FPPM Dialog Perempuan untuk Perempuan ''Toleransi dan Pemberdayaan''.

MAKASSAR.UPEKS.co.id—Sebagai bentuk atensi terhadap kaum perempuan, Forum pemimpin Perempuan  Makassar (FPPM) gelar dialog Perempuan untuk Perempuan mengusung bertema ”Toleransi dan  Pemberdayaan” di Baruga Anging Mammiri, Rujab Walikota Makassar, Jumat (22/11).

Bacaan Lainnya

Kegiatan tersebut dihadiri Konjen Australia, Richard Mattews dan lebih 50 lebih pemimpin/pengurus organisasi  perempuan di Makassar lintas agama. Termasuk organisasi Aisyiyah,Muslimat NU,Fatayat,Wanita Kong Hu Chu,  Wanita, Hindu,Srikandi GMKI, DPP IMMIM, Keuskupan, PGI Sulsel, Perkhin (Kong Hu Cu), Permabudhi Kota  Makassar, Wanita Hindu,PERMAWI IMMIM dan berbagai organisasi lainnya.

Dialog yang dibuka Kadis Pemberdayaan Perempuan Pemkot Makassar, A Tenri A Palallo itu, dihadiri pula Ketua  DWP Makassar, Kakanwil Kemenag Sulsel diwakili, H Sawedi,S,Ag,M.Pd dan anggota DPRD Makassar, Yenny  Rahman.

Pengurus FPPM yang hadir dan pernah pendidikan khusus di Australia atas undangan Konjen Australia, Ir Hj Nur  Fajri FL, M.Pd, Prof Dr Hj Masrurah Mochtar,MA, Dr Hj Nurjannah Abna, Dr A Majda AN, Prof Syamsudduha, Dr  Nurhayati Azis, Dr Setyawaty dan Dr Hj Amrah Kasim,MA.

Diskusi yang dipandu Dr. Hana Sinjaya dari Pengurus Paguyuban Marga Thionghoa tersebut menghadirkan  empat pamateri. Diantaranya, Dr HA Majdah Agus AN (Rektor UIM dan Ketua Muslimat NU Sulsel), Prof Dr
Aisyah (Guru Besar Hukum dan SyariahUIN Alauddin), Yenny Rahim (Legislator DPRD Makassar) dan Huzaimah  Husain,SH (aktivis Perempuan).

Usai ke empat pemateri paparan, tampil penanggap secara bergantian, Richard Mathews (Konjen Australia), Dr  HM Ishaq Shamad,M.Ag (DPP IMMIM), dan Dr Hj Nurhayati Azis (Aisyiyah).

Sebelumnya Ketua FPPM, Ir Hj Nur Fajri FL,M.Pd melaporkan, Forum Pemimpin Perempuan Makassar (FPPM)  yang menghimpun pemimpin perempuan dari berbagai Organisasi Pemberdayaan Perempuan dan Organisasi Lintas agama ini merupakan rumah kita  bersama untuk sharing berbagai pemikiran positif bernuansa keummatan dan persaudaraan.

”Jika kita bukan saudara se-agama, setidaknya kita saudara kemanusiaan. Itulah sebabnya, kita harus senantiasa  berfikir aktif dan melakukan sesuatu yang positif sebagai aplikasi nilai sebagai saudara kemanusiaan,” kata Nur  Fajri FL yang juga Ketua YASDIC IMMIM Unit Kepesantrenan itu.

Menurut Nur Fajri FL, FPPM sebagai rumah kita ini, sangat diyakini semua ide-de dan kerja cerdas kita akan dapat  berjalan dengan baik, jika ditopang prinsip 5K.

Diantaranya, Kepercayaan,Kepedulian,Komunikasi,Kolaborasi dan
Komitmen, kunci Nur Fajri FL. (arf).

Pos terkait