MAROS.UPEKS.co.id—Berniat mulia membekali pengetahuan dan keterampilan menuangkan ide-ide kreatif di atas kertas (tulis menulis), 63 santri Pesantren Modern IMMIM Putra mengikuti ”Workshop Penulisan Artikel Menarik Baik dan Benar”, Ahad (17/11) di Heksagon Aula Fadeli Luran, Kampus II Pesantren Modern IMMIM Putra
di Moncongloe, Kabupaten Maros.
Koordinator Panitia, Indra Syahputra Manoy saat pembukaan menjelaskan, kegiatan yang dilaksanakan Kreasi Pelajar (KASPER) yang merupakan alumni IMMIM ini dilandasi pemikiran, di era milenail dewasa ini betapa entingnya pengetahuan dan keterampilan menulis dimiliki santri IMMIMp. Minimal kelak, para santri bisa juga berdakwah melalui tulisan.
Pembukaan dihadiri, Muhammad Isyran Sabani (Pembantu Koordinator), Taufiq Hidayat (Ketua Umum Kasper sekaligus Ketua Panitia) serta sejumlah panitia lainnya.
Diharapkan dengan mengetahui dasar-sadar jurnalistik serta etika kepenulisan, lanjut Indra kelak para santri mampu membuat berita atau artikel yang memenuhi standar produk jurnalistik yang memenuhi standar etika dan hukum.
”Itulah sebabnya, kegiatan jurnalistik ini dikemas dalam bentuk Workshop Penulisan Artikel Menarik,” kata Isyran Sabani.
Sementara itu, Ketua Pelaksana, Taufiq Hidayat mengemukakan, awalnya direncanakan estimasi peserta 30 orang, namun diluar dugaan, banyak santri yang sangat berminat dan antusias ingin mengikuti workshop
jurnalistik ini.
”Jumlah peserta sesuai absensi 63 santri. Diantaranya, 35 siswa/santri SMA dan 28 santri SMP IMMIM Putra Tamalanrea,” ungkap Taufiq.
Selama kegiatan berlangsung, kata Taufiq, para peserta terlihat sangat serius menyimak materi Dasar-Dasar Jurnalistik/Mencari dan Menulis Berita, Teknik Wawancara serta Rambu-rambu/etika jurnalistik yang dipaparkan pemateri Muhammad Arafah,SH,MH, wartawan Harian Ujungpandang Ekspres.
Antusias dan semangat peserta makin tampak saat penugasan mengenali 5W+1 H, praktik buat berita disusul praktik wawancara peserta dengan peserta serta wancara peserta dengan panitia, tutur Taufiq.
”Materi workshop, kami rancang khusus ringan dan praktis, perpaduan komposisi 50% teori dan 50% praktik. Setelah penyajian teori, langsung praktik dan dievaluasi. Hasilnya alhamdulillah, umumnya peserta mampu
menuangkan ide-ide di atas kertas. Artinya peserta menangkap dengan baik teori dasar penulisan 5W+1H, kata mantan wartawan Harian Pedoman Rakyat itu.
Tingginya semangat serta adanya kemampuan menuangkan ide kreatif di atas kertas hingga satu halaman, lanjut Muhammad Arafah, suatu hal positif karena pertanda, terdapat potensi menulis yang butuh pembinaan
berkelanjutan. Sangat menggembirakan, jika santri kelak miliki wadah penerbitan internal untuk menyalurkan bakat dan potensi menulisnya. (arf).

