Dosen FAI UMI, Dr Hj Nur Setiawati,M.Ag Raih Doktor Philosofi di UUM Malaysia

  • Whatsapp

Dosen FAI UMI, Dr Hj Nur Setiawati,M.Ag Raih Doktor Philosofi di UUM Malaysia

MALAYSIA.UPEKS.co.id—Alhamdulillah, dosen Fakultas Agama Islam (FAI) yang juga Wakil Dekan IV Fakultas  Teknik UMI, Dr Hj Nur Setiawati Mappaselleng,M.Ag di depan tim penguji serta Promotor, Prof Dr Ahmad  Zaharuddin sukses meraih Doktor Philosofi (Ph.D) dengan yudisium sangat memuaskan di Universiti Utara  Malaysia (UUM), Ahad (20/10).

Bacaan Lainnya

Prosesi Ujian Promosi Doktor itu dihadiri sejumlah kolega/dosen dan karyawan dari UMI, Makassar. Turut hadir,  Wakil Dekan 1 Fakultas Hukum UMI, Makassar, Hj Nu Fadhilah Mappaselleng,Ph.D yang juga alumnus Universiti  Utara Malaysia (UUM) dan merupakan kakak kandung, Nur Setiawati.

Hal yang menarik, beberapa tahun sebelumnya Nur Setiawati yang tercatat telah mengabdi di UMI sejak 10  Oktober 1997 (selama 22 tahun itu) di Fakultas Agama Islam UMI itu juga telah meraih gelar doktor (Dr) di UIN  Alauddin, Makassar. Dengan demikian, ini merupakan gelar doktor yang kedua kalinya, tandas Nur Fadhilah.

Nur Setiawati yang selama ini dikenal aktif dalam bidang dakwah dan naskah Tulkiyamat tersebut melanjutkan  studi S3 ke UUM Malaysia atas dukungan beasiswa siswa Pemerintah Provinsi Sulsel era kepemimpinan,  Gubernur Sulsel, Dr H Syahrul Yasin Limpo,SH.MH.

Dosen tetap Yayasan Wakaf UMI di tengah kesibukannya di kampus dan kegiatan sosial kemasyarakatan dalam  berbagai organisasi itu, juga aktif menyisihkan waktu dalam bidang naskah Tulkiyamat sebagai media dakwah  dalam tradisi masyarakat Makassar di Desa Sanrobone, Takalar.

Naskah Tulkiyamat itu, merupakan sebuah karya leluhur tulisan berbahasa Makassar yang dipelihara orang Makassar, khususnya di Sanrobone, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan.

Biasanya naskah bernuansa religius tersebut dibacakan saat ada duka, terutama kematian/takziyah. Naskah  tersebut berisi riwayat, yang menggambarkan suasana ketika seseorang menjelang kematian serta saat-saat  sakaratul maut dan informasi mngenai pedihnya adzab di alam barzah (penantian).

Naskah Tulkiyamat yang berisi pesan-pesan kebaikan tersebut, hingga dewasa ini masih sangat sering dibacakan  secara turun temurun di Desa Sanrobone, Takalar. Tulkiyamat. merupakan pengingat betapa perlunya berbuat  baik di dunia yang sifatnya hanya sementara ini, tutur Nur Fadhilah Mappaselleng yang juga penulis disertasi yang  kini telah dijadikan buku ”Penguatkuasaan Undang-Undang Jenayah dan Kes Siri’ di Sulawesi Selatan” itu. (arf).

Pos terkait