MAKASSAR.UPEKS.co.id—Mahasiswa Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar menorehkan prestasi dengan meraih Juara Favorit pada Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-32 di Bali.
Tim Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian Masyarakat (PKMM) dengan judul program PEMBASIINDO (Pembelajaran Bahasa Isyarat Indonesia) bagi Tunarungu berbasis Android di SLBN 2 Makassar.
Tim diketuai Andi Achmad Zufadly Umar dari Fakultas Ilmu Komputer UMI dengan anggota Satma, Rifqatul Mukarramah dan Nur Hikmah Amir juga dari FIKOM UMI, sedangkan Reski Dewa Agung dari Fakultas Sastra. Tim ini dibimbing oleh Dr. Dolly Indra.
Rektor UMI Makassar, Prof. Dr. H. Basri Modding, S.E , M.Si. berucap syukur dan mengapresiasi tim yang telah membanggakan UMI dengan Raihan juara favorit.
“Alhamdulillah, prestasi yang diraih anak-anak kami ini menunjukkan komitmen dalam pengembangan softskill dan
kontribusi bagi masyarakat mampu dijawab dengan baik melalui program yang telah dilaksanakan. Suatu kebanggaan bagi civitas akademika UMI atas prestasi ananda”, ungkapnya.
Ketua Tim Pembassindo, Andi Achmad Zulfadly Umar berterima kasih atas dukungan dari pimpinan dan mengungkapkan keprihatinannya atas kondisi masyarakat dalam hal ini siswa SLB sehingga melahirkan ide ini.
“Mewakili Tim Pembasiindo, kami berterima kasih atas dukungan yang diberikan UMI dan pimpinan. Program ini kami hadirkan sebagai upaya memberi solusi terhadap kurang efektifnya proses pembelajaran bahasa isyarat khususnya difabel tunarungu di Sekolah Luar Biasa Negeri 2 Makassar karena terbatasnya tim pengajar dan jumlah pertemuan”, ungkapnya.
Padahal, perkembangan teknologi yang semakin pesat dapat menjadi solusi untuk memudahkan proses pembelajaran melalui penerapan aplikasi android.
“Oleh karena itu, kami berupaya menawarkan aplikasi pembelajaran bahasa isyarat Indonesia yang kami namakan
Pembasiindo berbasis android dengan fitur video tutorial yang dilengkapi suara dan teks, serta permainan berupa kuis edukatif untuk mengenal kosa kata bahasa isyarat”, ujar Zulfadly.
Zulfadly menjelaskan bahwa program ini bertujuan untuk memperkenalkan fitur Pembasiindo dan memberikan sosialisasi agar terjalin komunikasi yang efektif.
“Dua tujuan dari program kami yakni memperkenalkan fitur yang terdapat pada media Pembasiindo berbasis android dan memberikan sosialisasi, pelatihan dan pendampingan kepada guru, orang tua dan siswa difabel tunarungu sehingga dapat terjalin komunikasi yang efektif”, katanya.
Zulfadly menambahkan bahwa hasil dari penerapan Pembasiindo di SLBN 2 Makassar menunjukkan hasil yang signifikan.
“Alhamdulillah, terjadi peningkatan pengetahuan sebesar 68,5% dari sebelum penerapan aplikasi. Serta Pembasiindo berterima sebagai sarana pendukung proses pembelajaran dan penggunaannya dapat berkelanjutan”, ujarnya. (rls).

