MAKASSAR, Upeks.co.id–Dibanding dengan Kedatangan Kloter 20 UPG Asal Papua Barat yang tiba Senin pagi, 2 September 2019, suasana Asrama Haji Sudiang Makassar, kedatangan kloter 21 pada malam harinya lebih ramai dan dipadati pengunjung.
Para Pengunjung yang memadati Asrama Haji Sudiang utamanya area sekitar Aula Arafah tempat penerimaan jemaah haji merupakan keluarga dari jemaah jaji yang tergabung di Kloter 21 UPG asal Papua Barat yang didominasi oleh keturunan Sulsel atau warga Bugis Makassar.
Hal ini juga bisa dilihat secara jelas, dimana sebagian besar jemaah haji berada di Aula Penerimaan sudah mengenakan pakaian kebesaran yang menjadi ciri khas para Haji dan Hajjah asal Sulawesi Selatan.
Wakil Ketua PPIH Embarkasi Debarkasi Makassar H. Muhammad Rasbi yang juga Kepala Bidang PAIS Kanwil Kemenag Prov. Sulsel memulai sambutannya dengan meminta kepada seluruh hadirin untuk bersama sama berdoa, semoga situasi aman dan damai senantiasa memayungi Indonesia, khususnya Papua Barat dan Papua.
“Memperoleh gelar haji dan hajjah itu tidak mudah, tapi mempertahankan kemuliaan dan kesucian Haji itu jauh lebih sulit, dan itulah sesungguhnya tanggungjawab besar kita sebagai jemaah haji,” jelas Rasbi.
Rasbi Juga berharap agar seluruh jemaah haji bisa mempertahankan Hikmah selama prosea berhaji diantaranya bagaimana mempertahankan kebersamaan dan persatuan antar sesama. “Setibanya di tengah keluarga dan masyarakat, maka Jadilah pioner pioner perubahan, perdamaian dan toleransi di tengah umat,” harapnya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Prov. Papua, Mohamad Lakotani tidak mampu menyembunyikan rasa gembiranya melihat kedatangan jemaah haji asal provinsinya.
“Kami bersyukur dan bahagia bisa berkesempatan mengantar pun sekaligus menjemput para tamu tamu Allah dan selanjutnya kami akan antar dan dampingi kembali ke kampung halaman, di Tanah Papua Barat, tanah yang penuh dengan harapan, semoga keberkahan haji bisa menularkan virus virus kebajikan bagi kita semua khususnya di Tanah Papua,” ungkapnya.
Sampai hari ini, jumlah jemaah haji yang tiba melalui Debarkasi Haji Makassar sebanyak 9517 orang, dan yang wafat sebanyak 28 orang, dari 410 orang jemaah haji yang wafat menurut data nasional. Data terakhir yang masuk di PPIH Makassar, seorang jemaah haji Kloter 31 Upg asal Kab. Pinrang Sulsel wafat di Rumah Sakit Arab Saudi hari ini (2 September 2019) atas nama Nurbayani Pallelang Lapantong (wanita usia 64 Tahun) dan dimakamkan di Pekuburan Sharaye Mekkah. (rls)

