ENREKANG, UPEKS.co.id — Melihat sungai Mata Allo yang penuh dengan sampah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Enrekang Mursalim Bagenda langsung turun kebantaran Sungai memungut sampah yang berbau menyengat dan penuh ulat menggunakan tangannya.
Selain itu Tampak pula Kapus Kota Enrekang Drg. Hj. Sri Siswaty Zainal dan Kepala Bidang Kewaspadaan Nasional Kesbangpol Enrekang, Aswan Anjas juga melakukan hal yang sama.
Berbagai limbah rumah tangga memenuhi bantaran sungai Mata Allo dan menimbulkan bau tak sedap bahkan berulat karena sampah yang dibuang masyarakat berupa usus dan kepala ikan, kepala udang, pampers yang penuh dengan kotoran manusia dan sampah plastik lainnya.
Mursalim menyesalkan kurangnya kesadaran masyarakat dengan membuang sampah seenaknya dan tidak pada tempatnya padahal selama ini Dinas Lingkungan Hidup telah menyediakan bak sampah didepan rumah penduduk.
Dia mengatakan masih butuh kesabaran untuk terus mengkampanyekan dampak negatif yang ditimbulkan jika
sampah tak dibuang pada tempatnya. Kata dia memang dibutuhkan kesabaran untuk merubah Minset masyarakat.
” Seharusnya masyarakat tidak buang sampah disungai. Kasihan alam kita, padahal kan sudah ada disediakan tempat sampah didepan rumah mereka” kata Mursalim.
Kadis LH meminta kepada seluruh masyarakat untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat dimulai dari lingkungan sendiri dengan tidak membuang sampah disembarang tempat. Ia mengatakan jika tak bisa ikut membersihkan sungai dan alam, minimal masyarakat jangan mengotori dan membuang sampah di sungai.
” Ini masyarakat perkotaan loh yang mau dirubah pola pikirnya. Yang seharusnya sudah punya pemikiran maju dibanding masyarakat yang tinggal didesa,” katanya.
Dengan membuang sampah disungai masyarakat bukan membersihkan tapi memindahkan kotoran ditempat lain.
Sehingga mungkin rumahmya bersih tapi tempat lain jadi kotor. Ia juga menghimbau kepada Ibu – Ibu agar jika membuang pampers anaknya supaya dibersihkan dulu dari kotorannya.
“Jangan setelah BAB pampers anaknya langsung dibuang tanpa dibersihkan dulu dari kotorannya. Kasihan yang membersihkan, kita juga berdosa kalau kotoran kita dibersihkan sama orang lain. Jadi intinya ayolah bangun kesadaran kita,” ujarnya.
Mursalim juga meminta kepada seluruh OPD untuk terlibat langsung dalam kegiatan Jumat bersih. Menurutnya kebersihan lingkungan itu bukan semata tanggungjawab Dinas LH tetapi semua unsur seharusnya terlibat.
Apalagi ada gerakan Jumat Pagi Sadar Lingkungan ( Jumpa Darling) yang motori oleh Wakil Bupati Enrekang dan bahkan sudah Lounching.
” Kalau Kadisnya tidak bisa hadir, ya minimal mengutus Stafnya lah untuk ikut melaksanakan program Jumpa Darling”. Pungkasnya. ( Sry)




