GOWA, UPEKS.co.id— Adanya anjuran yang melarang siswi tidak menggunakan jilbab besar di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Pallangga yang sempat diprotes orang tua siswa beberapa waktu lalu, dijelaskan oleh pihak sekolah.
Kepala sekolah SMPN 1 Pallangga Hasnah yang dikonfirmasi menjelaskan mengapa ia menerapkan kebijakan tersebut bagi siswinya yakni agar ada keseragaman disekolahnya dan berdasarkan Permendibud tentang pakaian seragam sekolah.
“Hal ini kita berlakukan agar ada keseragaman, utamanya itu dalam berpakain, kalau seragam siswi kita mudah kenal. Jadi ini mengacu pada Permendikbud no. 45/2014 tentang pakaian seragam sekolah. Kalau jilbabnya terlalu panjang, kan nanti dapat menutupi sampai dibawah bahu dan lengannya. Jadi kelihatan tidak seragam dengan siswi lain,” katanya, saat ditanya soal kebijakan tersebut, Senin (26/8/2019).
Menurutnya pula, dirinya tidak melarang siswi berhijab namun yang wajar-wajar saja yang terpenting menutup
auratnya dan jangan terlalu panjang hingga melawati pinggang.
“Jadi tidak ada larangan berhijab besar, namun harus kelihatan lengan atau baju seragamnya, jadi yang terpenting
itu auratnya tertutup. Hal ini sudah kami sampaikan dengan Bidang SMP Disdik Gowa dan melalui rapat dengan
orangtua siswa,”ungkapnya pula.
Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Gowa, Dr. Salam yang dikonfirmasi mengaku baru mendengar adanya
aturan seperti itu di smpn 1 Pallangga.
“Soal aturan seperti itu baru saya dengar. Nanti saya akan cek langsung disekolahnya,”katanya, melalui pesan Whatsapp nya. (Sofyan).




