
ENREKANG, UPEKS.co.id — Bupati Enrekang, H. Muslimin Bando merespon positif kegiatan yang digelar oleh Forum Sicidokkoan Na To Sipatangngaran (Forum SNS) yang digelar hari ini, Sabtu (24/8/2019) di Ruang Pola Bupati Enrekang.
Apalagi Lokakarya yang digelar oleh Tokoh Hikma dan bekerjasama dengan Pemkab Enrekang ini mengangkat Tema Membangun Pertanian Enrekang Yang Berkelanjutan, Ramah Lingkungan dan Bertanggungjawab sangat relevan dengan perubahan pola pikir para petani menuju pertanian yang modern.
“Ya di sini akan dibahas bagaimana petani memperhatikan lahan pertaniannya termasuk penggunaan pestisida dan obat – obatan pertanian yang terukur. Sipatangngaran itu saling memperhatikan satu sama lainnya”. Kata Bupati.
Dia mengatakan yang disorot dalam kegiatan ini adalah kerusakan lingkungan dan lahan pertanian akibat penggunaan pestisida, akibatnya orang yang mengkonsumsi hasil pertanian menjadi korban karena kandungan pestisida yang berlebihan.
” Yang kita khawatirkan adalah tanah kita akan menjadi aus dan tidak ada lagi tanaman yang bisa tumbuh dan ini akan berdampak pada keturunan kita dimasa yang akan datang”. Katanya.
Apalagi menurutnya hasil pertanian Enrekang orientasinya bukan untuk menutupi kebutuhan masyarakat Enrekang dan Sulsel saja, tetapi minimal memenuhi kebutuhan masyarakat se Indonesia Timur secara keseluruhan.Jika tidak dibahas dari sekarang, Bupati khawatir para petani akan menjadi minim pengetahuan tentang dampak penggunaan pestisida sehingga nanti hasil produksi pertanian di Enrekang tidak lagi menyehatkan masyarakat tapi justru membuat mereka sakit.
” Hasil pertanian kita ini akan mengarah ke Ekspor, bagaimana kalau yang mengkonsumsinya nanti menjadi tidak sehat karena kita menyiapkan hasil – hasil pertanian yang tidak sehat”. Pungkasnya. ( Sry)
.




