MAJENE, UPEKS—Kecewa dengan kebijakan aparat Desa, puluhan warga di Desa Tallu Banua Utara, Kecamatan Sendana, terpaksa menyegel Kantor Desa, menggunakan papan, kursi, hingga pot bunga, Kamis (20/6).
Salah seorang warga Desa Tallu Banua Utara Suaib mengatakan, Penyegelan tersebut salah satu bentuk
kekecewaan warga terhadap kebijakan aparat Desa, terkait proses Pergantian Antar Waktu (PAW) Kepala Desa Tallu Banua Utara.
“Masyarakat menilai, proses tahapan musyawarah PAW cacat prosedur. Sebab pemerintah Desa, dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) menentukan sepihak peserta yang akan memilih Kepala Desa PAW,”kata Suaib
Selain itu kata Suaib, Penentuan pemilih dari perwakilan masyarakat ini dinilai tidak transparan. Apalagi yang
menentukan pemilih akan mencalonkan diri untuk ikut pemilihan Kepala Desa PAW.
“Dari hasil musyawarah sebelumnya, masyarakat dari empat Dusun akandilibatkan untuk memilih 15 orang tokoh dari perwakilan masing-masing Dusun untuk memilih Kepala Desa, tapi hal itu tidak dilakukan oleh aparat Desa,
makanya warga kecewa,”ujarnya.
Sementara itu untuk mengisi kekosongan pejabat Kepala Desa, Albar Mustar Lazim ditunjuk sebagai pelaksana
tugas, sebab Kepala Desa sebelumnya, Kamaluddin tersangkut perkara hukum dan diberhentikan. (Ali).




