
MAKASSAR, UPEKS.co.id— Jaringan Suara Indonesia (JSI) melihat popularitas figur lama masih lebih unggul dibanding figur pendatang baru.
Manager Strategi dan Operasional JSI, Nursandy menjelaskan, nama-nama figur lama yang dijagokan maju Pilwali seperti Mohammad Ramdhan ‘Danny’ Pomanto, Syamsu Rizal, Munafri Arifuddin, Andi Rachmatika Dewi dan Irman Yasin Limpo masih mengungguli figur lainnya dalam hal popularitas.
“Selain itu (modal popularitas), mereka masih menjaga jaringan politik hingga kini,” ujarnya kepada Upeks, Selasa (25/6/19).
Sementara trend figur baru belum signifikan bagi Sandy, sapaan akrab konsultan politik JSI itu. Karena kerja-kerja
politik mereka dilihat belum masif memasuki wilayah akar rumput.
“Saat ini terlihat, lebih banyak bermanuver
membuka ruang komunikasi dengan elite-elite partai dan tokoh masyarakat,” bebernya.
Meski seperti itu, Nursandy melihat figur baru masih punya banyak kesempatan menaikkan tren elektoral mereka.
“Figur lama hingga kini masih unggul. Figur baru masih punya surplus waktu untuk menaikkan tren elektoralnya.
tergantung seperti apa langkah strategis yang ditempuh,” bebernya.
Ada sejumlah nama figur baru yang menonjol di mata Sandy, salah satunya adalah Sukriansyah. Sandy menilai Sukriansyah berhasil menarik perhatian publik.
“Sukriansyah Latief sebagai pendatang baru cukup sukses
mencuri perhatian publik. bahkan bisa dikatakan kehadirannya mengungguli figur baru lainnya,” bebernya
Hanya saja Sukriansyah perlu menggenjot kerja politiknya lebih masif lagi untuk mengejar popularitas figur lama.
“Tetapi kerja-kerja politiknya masih perlu digenjot untuk bisa bersaing dengan figur lama. Masih sebatas popularitas
jika konteks pembicaraannya soal UQ. Kalau figur lama sudah punya modal popularitas dan elektabilitas,” ujar Sandy.
Pada intinya keberadaan figur baru masih memiliki peluang mengungguli figur lama sepanjang menjalankan strategi yang tepat.
“Saya kira masih sangat cair dan dinamis pilwali makassar, kita tunggu saja mengerucutnya nama-nama figur yang menguat dan berpeluang berkontestasi,” tandas sandy. (jir)




