
MAKASSAR, UPEKS.co.id—- Legislator DPRD Kota Makassar dari fraksi PKS, Iqbal Djalil siap bertarung di Pemilihan Walikota (Pilwali) 2020.
Iqbal Djalil, yang tak lagi maju di Pemilihan Legislatif (Pileg) ternyata menjadi ajang persiapan untuk bertarung di Pilwali.
Sehingga saat ini Iqbal Djalil sudah memantapkan diri untuk bertarung memperebutkan kursi kepemimpinan Kota Makassar.
“Saya tidak fokus pada Pileg kemarin karena saya memang fokus di Pilwali kenapa saya fokus maju di Pilwali karena saya putra dari Makassar Timur saat ini belum ada. Sehingga tak ada salahnya putra dari Makassar Timur itu juga hadir melengkapi dan berkontribusi Pilkada,” ujarnya, di Gedung DPRD Makassar, Senin (28/5/19).
Sebenarnya Iqbal Djalil saat Pilwali 2018 lalu ikut meramaikan bursa kandidat Pilwali dengan menjadi pasangan Syamsu Rizal atau Deng Ical.
Namun saat ini, bukan calon wakil walikota, namun dia menyasar langsung calon walikota Makassar.
Iqbal Djalil sendiri percaya diri dengan pengalaman politiknya.
“Dua periode di DPRD itu adalah pengalaman yang berharga dari saya maju ke jenjang selanjutnya. Kemarin kan sebenarnya sudah ada peluang tapi karena permasalahan mekanisme sehingga tidak berjalan,” ujarnya.
“Dua periode di DPRD itu adalah pengalaman yang berharga dari saya maju ke jenjang selanjutnya. Kemarin kan sebenarnya sudah ada peluang tapi karena permasalahan mekanisme sehingga tidak berjalan,” ujarnya.
Apalagi kata Iqbal, saat ini tak ada incumbent. Otomatis semua memiliki peluang besar untuk maju, tak terkecuali dirinya.
“Hari ini kan tidak ada yang incumbent. Jadi pasar bebas. Tidak ada salahnya di pasar bebas semua berhak untuk maju. Sementara orang yang belum masuk politik saja muncul masa kita yang di ranah politik tidak berani untuk maju. Jadi sangat rugi bagi politisi jika berhenti di situ,” tambah Iqbal Djalil.
Iqbal sendiri melihat jika kompleksitas pertarungan di Pilwali Makassar ini menjadikan hanya orang-orang tertentu yang bisa bertarung.
Orang khusus tersebut adalah sosok yang memiliki insting politik yang kuat.
“Jadi saya berpikir orang yang tidak punya insting politik yang bisa masuk. Jadi jangan insting pengusaha dan insting yang lain,” tandasnya. (muhajir)




