ANEKA

Baharuddin: Jika Dikumpulkan, Tiap Tahun Zakat Petani Bawang Bisa Mencapai 7,5 M

ENREKANG, UPEKS.co.id — Kepala Bidang Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Enrekang Addi mengatakan
jumlah produksi bawang merah Kabupaten Enrekang hingga Oktober 2018 capai 100.000 ton.

Jumlah tersebut diperoleh dari 10.000 hektare lahan bawang merah yang tersebar merata di Kabupaten  Enrekang.

Menurut Addi, terjadi peningkatan jika dibandingkan tahun 2017 lalu yang hanya mencapai 1.116.123 kilogram dari
sekitar 9.800 hektare.

Disisi lain dilihat dari penghasilan petani bawang sudah seharusnya mereka sadar untuk mengeluarkan Zakat hasil
pertanian mereka.

“Hakikatnya, seluruh komponen pertanian adalah milik Allah. Tanah, Air,Udara,Hujan, hama-hama dan semuanya
milik Allah dan dikendalikan oleh-Nya kapan saja DIA mau,” ungkap H.Mardan beberapa waktu lalu pada  sosialisasi gerakan sadar zakat dilaksanakan BAZNAS Enrekang di Gedung 45 Sosok Anggeraja.

Mardan menjelaskan, para Petani harus menyadari hal tersebut jika ingin mendapatkan keberkahan hidup bagi
petani. Keberkahan bisa bermakna saat panen harga bagus, hama berkurang, cuaca matahari dan hujan  seimbang sehingga kesuburan bawang membaik bahkan sampai pada kebahagiaan keluarga petani.

Harga bawang merah tidak menentu dan sulit di prediksi kapan mahal dan kapan murah. Mardan mengatakan
nasib sial justru akan terus mengintai seorang petani dan investor bawang merah di Enrekang, misal
menanamkan modal sebesar Rp 30 juta kepada seorang petani bawang merah di Kecamatan Baraka dan
Anggeraja.

Hosting Unlimited Indonesia

“Tapi Seringkali tidak sesuai prediksi, harga bawang anjlok di kisaran harga Rp 5 ribu sampai Rp 6 ribu.  Akibatnya, petani menjual hasil panen bawang merahnya tersebut dengan sangat terpaksa.  Itu pun total bawang merah yang diambilnya tak sampai satu ton dan juga tak mampu menutupi modal
investastasinya,” ungkapnya.

Untuk diketahui, kebanyakan petani bawang merah di Enrekang memang didanai oleh investor dengan sistem bagi
hasil.

Baharuddin, Pimpinan BAZNAS Enrekang, Bidang Pengumpulan mengatakan, potensi zakat pertanian bawang
sangat besar.

Dari data produksi bawang rata rata 100.000 ton pertahun jika di rupiahkan dengan asumsi harga 15.000/kg bisa
mencapai 1,5T perputaran uang di pertanian bawang pertahun. Zakat pertanian dari bawang luar biasa
besarnya, 50% saja yaitu sekitar 7,5 M dari bawang saja.

Rumus zakat pertanian bawang yaitu jumlah minimal panen 850kg di kurangi biaya-biaya x 5% dan di bayarkan  setiap panen. Di setor ke Baznas atau UPZ kecamatan atau ke UPZ desa.

” Kami sangat optimis bersama pemerintah berupaya maksimal melakukan edukasi dan sosialisasi kepada petani
dengan berbagai pendekatan. Bahkan pemikiran kami sampai pada pembuatan peraturan desa terkait kewajiban
bayar zakat pertanian,” kata Bahar.

“Kami berkesimpulan, dengan pendekatan kebijakan dan regulasilah kita dapat meningkatkan pengumpulan.
Pada akhirnya nanti seluruh segmen umat Islam yang wajib zakat dapat digarap secara bertahap menuju  terwujudnya nya kabupaten muzakki di bumi Massenrempulu ini,” tutup Bahar. (Sry).

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

#TRENDING

To Top