Jokowi menambahkan sebagai tambahan untuk dedikasi atas isu lingkungan hidup, ia juga ingin megurangi sampah pplastik baik di sungai maupun laut.”Saya kira itu adalah dedikasi tinggi kami untuk Indonesia maju,” tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, Jokowi pun memperkenalkan konsep tempat pemasaran (market place) daring atau dalam jaringan kepada para petani, peternak dan sektor perikanan. “Persiapan revolusi sumber daya alam menuju bangsa yang revolusioner, contoh kami memperkenalkan petani pada market place online sehingga petani bisa berjualan online,” paparnya.
Hal tersebut terkait strategi yang akan dihadapi dalam memasuki industri 4.0, Jokowi menjawab target pasar akan diarahkan menuju dalam jaringan atau daring. “Perkembangan industri berlangsung sangat ketat karena teknologi mulai berkembang menjadi produk artificial inteligence atau kecerdasan buatan, bahkan internet juga mulai berkembang menjadi bisnis data besar (big data, red),” urainya.
Menanggapi hal ini Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menegaskan bahwa saat ini pemerintah Indonesia masih belum bisa membela hak-hak petani dan menjamin harga pangan yang terjangkau. “Kita bicara industri 4.0, kita sekarang masih belum bisa membela petani-petani kita sendiri. Ini yang kita masalahkan. Kita juga belum bisa menjamin harga pangan terjangkau,” tandasnya.
Saat disinggung mengenai persiapan menghadapi revolusi industri 4.0, Prabowo menegaskan kecerdasan buatan dan munculnya industri robotik tentunya berdampak pada pengurangan pekerja. Namun di atas itu semua, menurut Prabowo kesejahteraan petani harus diutamakan.




