Pembimbing Ibadah Kloter 3 UPG Embarkasi Makassar H Jamaruddin, permantap mimbingan manasik Haji dan umrah kepada jemaah menjelang pendorongan dari Madinah ke Makkah.
Madinah, Upeks–Jemaah haji Indonesia gelombang pertama yang sudah berada di Madinah selama 9 hari, secara bertahap meninggalkan Madinah Al Munawwarah menuju ke Makkah Al-Mukarramah untuk melaksanakan umrah wajib.
Mereka akan mengambil miqat makani (tempat) untuk berihram di Masjid Dzulhulaifah atau biasa disebut Bir Ali.
Seperti jemaah haji Kloter 3 UPG Embarkasi Makassar, tengah melakukan persiapan dengan melakukan-manasik dan bimbingan ibadah lainnya dipandu pembimbing Dr H Jamaruddin.
Dikatakan Kepala Kantor (Kakan) Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Barru ini, sebanyak 442 jemaah didampingi delapan petugas melaksanakan persiapan di salah satu ruangan Hotel Arjwan Alzahbi, tempatnya menginap selama di Madinah.
“Kami terus memantapkan persiapan sebelum meninggalkan Madinah dengan memberikan manasik haji dan umrah kepada jemaah kami,”ujarnya, Senin (21/5)
Lebih lanjut dikatakan, jemaah kloter 3 UPG asal Kabupaten Barru, Maros dan Kota Parepare, dijadwalkan meninggalkan Madinah, Selasa (21/5), pukul 17.00 Waktu Arab Saudi atau pukul 12.00 Wita.
Dalam manasiknya beberapa hal yang terkait dengan ibadah umrah wajib disampaikan, seperti sebelum berangkat, jemaah wajib mandi sunnah ihram di hotel, dan sebelum mandi bisa bersih-bersih diri seperti potong kuku, cukur atau merapikan rambut serta bulu bulu di badan.
Berikut harus holat duhur di masjid Nabawi dan shalat Asar Jama’ Taqdim. Kemudian kembali ke hotel kemudian menunggu panggilan naik ke 11 bus yang disiapkan.
“Di masjid bir Ali, kita shalat sunnah ihram dua rakaat kemudian berniat melaksanakan umrah dan ihramnya,” terangnya.
Dalam perjalanan dianjurkan membaca Talbiyah, membaca sholawat, berdoa dan berdzikir hingga sampai di Kota Makkah.
“Di Makkah kami akan menempati Hotel Al Hassan untuk istirahat beberapa jam, dimana nanti jemaah yang hendak memenuhi Masjidil Haram melakukan tawaf, umrah sai dan tahallul,”urainya seraya menyampaikan
jemaah yang hendak ke masjid bisa menggunakan bus Sholawat yang disiapkan panitia.
Saat ini jemaah Kloter 3 UPG tidak ada yang menjalani perawatan di rumah sakit. Hanya diantara jemaah mengalami beberapa flu.
Saat ini 3.425 jemaah yang tergabung dalam 8 kelompok terbang (kloter) pertama yang diberangkatkan ke Makkah menggunakan bus,” kata Tim Media Center Kementerian Agama Widi Dwinanda saat membacakan keterangan resmi Kementerian Agama di Jakarta, Senin (20/5).
“Bus akan tiba di hotel empat jam sebelum keberangkatan ke makkah, sehingga jemaah diminta mempersiapkan diri menyesuaikan waktu keberangkatan,” tandasnya.
Bagi jemaah yang sedang dalam kondisi kurang sehat, jemaah lansia dan disabilitas disarankan untuk tidak turun dari bus. Niat umrah bisa dilakukan di atas kendaraan saat tiba di Bir Ali. (*)

