Makassar, Upeks–Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Makassar 1445 H/2024 M, menyebutkan proses penerimaan jemaah haji dengan konsep One Stop Service (OSS) sesuai yang diharapkan.
Hal itu diungkapkan Kepala Bidang Penerimaan dan Pemberangkatan PPIH Embarkasi Makassar Dr H Wahyuddin Hakim MHum, saat proses penerimaan kloter 3 UPG gabungan jemaah asal Kabupaten Barru, Maros dan Kota Parepare, Minggu (12/5/2024).

Dikatakan hingga penerimaan kloter 3, dan pemberangkatan kloter 1 dan 2 prosesnya sesuai schedule.
“Kami sampaikan bahwa proses pemberangkatan kloter pertama berlangsung tepat waktu.Untuk kloter dua sementara persiapan ke pesawat. Target kita untuk dua jam pelayanan tercapai. Bahkan, semalam (Sabtu) penerimaan (kloter 2) cuma 1 jam 55 menit,” tandas Wahyuddin Hakim yang sehari-hari sebagai Kepala Bidang Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Kanwil Kemenag Sulsel.
Tidak hanya itu, proses pemberangkatan kloter pertama yang dilepas Pj Gubernur Sulsel dan dihadiri sejumlah pejabat dari instansi terkait, diakui prosesnya tidak sampai dua jam jemaah sudah berada dalam bus.
Lebih lanjut disampaikan, petugas pada bagian akomodasi, living cost, passport, seat pesawat dan pemeriksaan kesehatan hadir 30 menit sebelum jamaah hadir di aula penerimaan.
Terkait pemindahan pembagian seat pesawat yang dilakukan pihak maskapai dari aula penerimaan ke aula pemberangkatan.
“Ini evaluasi kita, seat antara lansia dengan bisa sama. Setelah ada dipemberangkatan, itu lebih memudahkan lagi karena sudah menuju pesawat. Jadi lansia kita layani khusus, langsung duduk dengan pendampingnya, dan sekaligus dekat dengan dokter,” terangnya.
Sebelumnya Kepala Kanwil Kemenag Sulsel H Muh Tonang, S.Ag, M.Ag, mengungkapkan penyelenggaraan ibadah haji tahun 1445 H / 2024 M ini panitia mengusung layanan One Stop Services (OSS). Dimana proses administrasi dan pemeriksaan kesehatan akan tuntas di aula penerimaan.
Proses ini juga sebagai upaya PPIH untuk mengurangi waktu penerimaan hingga 30 menit.
“ Layanan one stop services dan fast track tentu akan sangat membantu. Jika sebelumnya memakan waktu dua setengah sampai tiga jam, sekarang kita upayakan kurang dari dua jam seluruh layanan selesai, tentu dengan memprioritaskan jemaah lansia,” ungkapnya. (*)

