ENREKANG, UPEKS.co.id — Kasus Demam Berdarah dengue (DBD) mewabah di Kelurahan Juppandang, kecamatan Enrekang meningkat. Beberapa warga diduga terkena DBD, dan sejumlah orang dinyatakan positif terserang DBD. Menurut warga yang khawatir yang mulai khawatir dengan kondisi ini telah melaporkan masalah ini kepada RW dan Lurah setempat.
Lurah Juppandang, M. Ridwan, menindaklanjuti laporan warganya ke Puskesmas Kota Enrekang bahkan telah mengadakan rapat pada Hari Kamis, 22 Februari 2024.
” Hasilnya rapat tersebut kami teruskan ke Dinas Kesehatan untuk di tindak lanjuti. Sebagai informasi, anggaran untuk melakukan penyemprotan melekat di Dinas Kesehatan Kabupaten Enrekang”. Ujar Lurah Juppandang.
” Dua bulan terakhir warga Kelurahan Juppandang dihebohkan dengan kasus DBD, namun hingga saat ini belum ada penanganan dari pihak terkait. Jika tidak percaya, ke Rumah Sakit saja, sekarang ada warga yang di rawat inap,” Kata salah seorang warga.
Dengan adanya kasus ini, Lurah Juppandang berharap diadakan rapat lagi di Puskesmas Kota Enrekang, dan akan membicarakan ulang dengan Kepala Dinas Kesehatan untuk menentukan kapan harus diadakan Fogging untuk mencegah DBD semakin meluas di Kelurahan Juppandang.
” Semoga titik terang segera ditemukan dalam penanganan kasus DBD di Kelurahan Juppandang, sehingga warga dapat terhindar dari penyakit berbahaya tersebut”.
Terpisah, Kabid P2 Dinas Kesehatan Kabupaten Enrekang Muhsin mengatakan pihaknya telah mendapat laporan dari Puskesmas Kota terkait hal tersebut.
” Tim kami akan turun melakukan penelusuran di daerah endemik yang dimaksud, kemudian membuat kesimpulan untuk melakukan tindakan”. Ujarnya.
Ditengah maraknya wabah DBD dan semakin meningkatnya jumlah pasien di RSUD Maspul belum cukup bagi Dinkes untuk segera melakukan tindakan. Rupanya jika ada kasus DBD mencuat Pihak Dinkes harus menerima laporan dulu kemudian melakukan penelusuran baru mengambil tindakan.
Masyarakat mengharapkan gerak cepat Dinkes agar penyakit ini bisa di cegah sehingga pasien DBD tak lagi bertambah dan terus bertambah. (Sry)

