Kemenag Sulsel Serahkan SK CPNS, Terapkan Protokol Kesehatan

Kemenag Sulsel Serahkan SK CPNS, Terapkan Protokol Kesehatan

MAKASSAR.UPEKS.co.id—Setelah melalui proses seleksi yang cukup panjang sejak bulan Maret tahun 2020,  akhirnya Badan Kepegawaian Negera (BKN) menerbitkan 192 Surat Keputusan (SK) untuk Calon Pegawai Negeri  Sipil (CPNS) lingkup Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan.

Prosesi penyerahan SK bagi CPNS ini digelar di Aula I Kanwil Kemenag Sulsel, namun dilaksanakan dalam dua  sesi mengingat kapasitas aula yang tidak memungkinkan untuk menerapkan physical distancing sebagai upaya  untuk mencegah dan memutus rantai penyebaran covid 19.

Bacaan Lainnya

Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Sulsel, H. Faturrahman dalam laporannya setelah para CPNS  mengikrarkan Pakta Integritas mengungkapkan bahwa pada tahun 2020 Kemenag Sulsel mendapatkan kuota  sebanyak 193 CPNS untuk mengisi 8 formasi.

“Kita mendapatkan kuota CPNS sebanyak 193 orang, namun karena kendala teknis pada aplikasi BKN sehingga  terdapat 1 orang yang SKnya belum dapat dicetak padahal NIPnya sudah ada”, ucap H. Fathurrahman, Selasa 20  Januari 2021.

Mantan Kabid PD.Pontren ini menyampaikan bahwa acara pembekalan dan penyerahan SK bagi CPNS ini tidak  diikuti oleh 19 orang karena positif covid 19.

“Untuk sesi pertama penyerahan SK diikuti oleh 96 orang dan sisanya pada siang nanti, namun ada 19 orang yang  tidak dapat hadir karena terkonfirmasi covid sehingga penyerahan SK bagi mereka akan dijadwalkan ulang,”  tuturnya.

Adapun 193 CPNS ini, kata dia, akan mengisi 8 formasi, yakni Guru 148 orang, Pustakawan 2 orang, Penghulu 7  orang, Penyuluh 4 orang, Perencana 7 orang, Analis Kepegawaian 7 orang, Pranata Komputer 10 orang dan  Pelaksana 8 orang.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Prov. Sulawesi Selatan, KH. Khaeroni dalam acara  pembekalan dan penyerahan SK CPNS ini, mengawali arahannya dengan menyampaikan ucapan selamat kepada  CPNS yang telah berhasil menyisihkan 13 ribu lebih pesaingnya untuk bisa mengabdi pada Kantor Kementerian  Agama se Sulawesi Selatan.

“Jutaan orang ingin jadi PNS, namun tidak semua seberuntung kalian. Olehnya itu berpegang teguhlah pada 5 nilai  budaya kerja Kementerian Agama serta jadilah PNS yang tidak latah,” ujar KH. Khaeroni.

“Silahkan berdakwah tapi jangan latah. Guru fisika jangan latah menyampaikan ceramah agama dan yang guru  agama manfaatkan ilmu agamanya untuk membang itkan kesadaran masyarakat agar memiliki kehidupan  keberagaman yang moderat,” kata Khaeroni menambahkan.

Dalam pembekalan ini, Kakanwil Khaeroni mewanti-wanti para CPNS yang baru saja terangkat agar tidak ikut-  ikutan mengkritisi pemerintah.

“Sejak saat ini anda adalah bagian dari pemerintah. Jika anda mengkritik dan menghina pemerintah itu artinya  anda mengkririk dan menghina diri anda sendiri. Jangan lakukan itu,” tegasnya.

Diakhir arahannya, Kakanwil yang pernah bertugas di Kendari dan Sala Tiga ini meminta kepada para CPNS agar  tetap taat dan berbakti kepada kedua.orang tua dengan menukil salah satu hadits Nabi Muhammad SAW.

“Ridhollah fi ridhol walidain. Ridho Allah terletak pada ridho kedua orang tua. Untuk itu jangan lupakan jasa orang  tua kalian dan berbaktilah kepada mereka,” tutupnya. (rls).

 

Pos terkait