Makassar, Upeks.co.id–Hari ini (28/10), bertepatan peringatan Hari Sumpah Pemuda, Himpunan Pembina Bahasa Indonesia (HPBI) Sulsel bermitra Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia PPs Unismuh Makassar menggelar Seminar dalam Jaringan (Sedaring) dan Peluncuran Buku.
Kegiatan ini dihadiri sekira 466 peserta yang didominasi mahasiswa dibuka Rektor Unismuh, Prof.Dr.H.Ambo Asse, M.Ag. dengan pembicara tunggal, Prof.Dr.Nurhayati,M.Pd. dari Universitas Sriwijaya Palembang.
Rektor Unismuh dalam sambutannya menegaskan pentingnya melestarikan bahasa Indonesia. Prof. Ambo Asse juga mengapresiasi karya 2 buku dari WR 2 Unismuh, Dr.Andi Syamsuri,M.Hum.
Dr. Abd.Rahman Rahim selaku Ketua Prodi PBI PPs Unismuh, menyampaikan bahasa Indonesia patut dijaga dan dilestarikan. Kata dia, kita harus bangga dalam berbahasa Indonesia.
Ketua HPBI Sulsel, Prof.Dr.Anshari,M.Hum. menegaskan jati diri bahasa Indonesia sebagai bahasa negara dan bahasa persatuan. Bahasa Indonesia dilindungi undang-undang. Bahasa Indonesia termaktub dalam UUD 1945.
Mengutip pendapat Miller, Guru Besar FBS UNM, ada 3 situasi kebahasaan, yaitu bahasa hidup lestari, bahasa sakit-sakitan, dan bahasa mati dan punah.
“Saya selalu berharap keadaan bahasa Indonesia berada pada bahasa hidup dan lestari,” harap Wadir 3 PPs UNM.
Narasumber Prof.Dr.Nurhayati,M.Pd. memaparkan tentang sikap bahasa Indonesia. Menurutnya, ada sikap positif dan sikap negatif.
Guru Besar Unsri Palembang memaparkan hasil riset tentang sikap bahasa, meliputi kesetiaan, kebanggaan, kesadaran adanya kaidah.
Dalam peluncuran buku, Dr.Andi Syukri Syamsuri, sukses menulis dua buku di masa pandemi. Kedua buku itu, merupakan kompilasi makalah dan riset yang pernah ditulisnya.
“Saya ingin menjadikan bahasa Indonesia bermartabat. Selain itu, satu buku berisi pemertahanan dan pelestarian bahasa Bugis,” kata Sekretaris HPBI Sulsel.(rls)




