Mahasiswa Prodi Agroteknologi UMI PKL di Empat Provinsi

Mahasiswa Prodi Agroteknologi UMI PKL di Empat Provinsi

Mahasiswa Prodi Agroteknologi UMI PKL di Empat Provinsi

MAKASSAR, UPEKS.co.id — Sebanyak 97 mahasiswa Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian  Universitas Muslim Indonesia (UMI) tahun 2020 Praktek Kerja Lapangan (PKL) hingga Juli 2020 mendatang.

Bacaan Lainnya

PKL merupakan mata kuliah wajib bagi mahasiswa yang telah melulusi 100 SKS. Untuk tahun ini dilaksanakan  pada 17 Balai Pertanian, 7 Dinas Pertanian, 7 Perusahaan dan 10 Kelompok Tani meliputi wilayah Sulsel,  Sultra,Sulbar dan NTB.

Pelepasan dilakukan secara daring 29 Juni lalu ini dihadiri langsung, dihadiri langsung Wakil Dekan 1, Ketua  Program Studi Agroteknologi, Sekretaris Prodi Agroteknologi serta Para Dosen Pembimbing.

Ketua Prodi Agroteknologi Dr.Ir.Suriyanti HS,M.Pd; Pertama, mengatakan sejalan dengan masa Pandemi Covid 19  yang melanda seluruh dunia termasuk Indonesia, maka seluruh proses pembelajaran dilaksanakan dengan  menyesuaikan kondisi tersebut termasuk pelaksanaan PKL, yakni tetap menggunakan protocol WHO, menjaga  kebersihan dan menjaga jarak. Kedua, merespon kebijakan baru Kemendikbud tentang merdeka belajar-kampus
merdeka.

“Pembelajaran dalam kampus merdeka memberikan tantangan dan kesempatan untuk pengembangan kreativitas,  kapasitas, kepribadian, dan kebutuhan mahasiswa, serta mengembangkan kemandirian dalam mencari dan  menemukan pengetahuan melalui kenyataan dan dinamika lapangan seperti persyaratan kemampuan,
permasalahan riil, interaksi sosial, kolaborasi, manajemen diri, tuntutan kinerja, target dan pencapaiannya,” ucap  Suriyanti, Senin (6/7/2020).

Sementara Wakil Dekan 1 Dr.Ir.Mais Ilsan,M.P, berharap melalui PKL mahasiswa tersebut dapat memperoleh  hardskills (keterampilan, complex problem solving, analytical skills, dsb.), maupun soft skills (etika profesi/kerja,  komunikasi, kerjasama, dan sebagainya).

“Lingkup praktek kerja lapangan berupa bidang kerja dalam pengembangan ilmu pertanian yaitu teknologi  pertanian, perkebunan, hortikultura, teknologi pasca panen kewirausahaan, pendidikan pertanian dan sosial  kemanusiaan serta bidang terkait lainnya,” tutupnya. (Rasak).