Kapus Baebunta Berharap, Masyarakat Harus Jujur pada Tenaga Medis

Kapus Baebunta Berharap, Masyarakat Harus Jujur pada Tenaga Medis

Kapus Baebunta Berharap, Masyarakat Harus Jujur pada Tenaga Medis

LUTRA,UPEKS.co.id— Kepala Puskesmas (Kapus) Baebunta Kabupaten Luwu Utara sangat mengharapkan,
masyarakat bila diperiksa tenaga medis, dapat memberikan informasi jujur.

Bacaan Lainnya

Terutama sekali, terkait keluhan kesehatannya, riwayat perjalanan, dan riwayat kontak dengan kasus Covid-19,
jangan sampai tenaga medis tertular dan terinfeksi virus corona karena masyarakat tak jujur.

Pasien yang datang berobat ke Puskesmas harus mengaku jujur bila Ia pulang bepergian dari daerah zona merah Covid-19.

Hal ini diungkapkan Kapus Baebunta Kabupaten Lutra) Sulawesi-Selatan (Sulsel) karena banyak  kejadian di daerah lain, masyarakat tak jujur pada tenaga medis atau dokter yang memeriksa.

“Kasihan tenaga medis dan dokter sangat rentan terkena virus covid-19 dari pasien yang tidak jujur, dan juga  bisa berdampak pada masyarakat lain. Kalau banyak dokter dan perawat tertular Virus Corona, ini bisa  mengganggu pelayanan kesehatan.” kata Hairul Muslimin, SKM pada wartawan media ini, Minggu (19/4/2020) via celularnya.

Sementara itu, Bupati Lutra Hj. Indah Putri Indriani selaku Ketua Gugus Covid-15/ Sekda Armiadi dan Kepala Dinas  Kesehatan Andi Muh Nasrun, selalu mengingatkan dan meminta seluruh Rumah Sakit, Puskesmas dan Pustu di  setiap desa untuk memperketat protokol kesehatan demi melindungi tenaga kesehatan.

“Kalau di jantung dan benteng pertahanan terakhir bisa tertular, ini sesuatu yang sangat serius. Untuk itu kami  minta seluruh rumah sakit untuk memperketat protokol kesehatan di tempat masing-masing demi melindungi para  tenaga medis kita,” tegas Bupati Luwu Utara di suatu kesempatan.

Hal senada disampaikan Juru bicara Covid-19 Lutra, Komang Krisna meminta seluruh masyarakat Luwu Utara  atau warga yang telanjur pulang mudik dari daerah lain, untuk jujur kepada tenaga medis, misalnya menerangkan  riwayat kontak, juga apakah pernah bepergian ke daerah zona merah.

“Jangan takut, tidak akan diapa-apain. Justru kalau tidak jujur, yang bahaya itu orang di sekitar kalian dan tenaga  medis. Nah kalau masyarakat tidak jujur, negara atau daerah akan hancur,” tegasnya.

Jikapun seseorang dinyatakan sebagai orang dalam pemantauan (ODP), pasien dalam pengawasan (PDP), atau  orang tanpa gejala (OTG), menurut Komang Krisna, masyarakat tidak perlu takut.

“Tidak usah takut, tidak akan diapa-apakan. Malah akan diberi obat jika ada keluhan kesehatan.” pesan Komang  Krisna memberikan semangat. (yustus).

Pos terkait