Bupati Lutra: Pengelolaan Dana Desa untuk Warga Harus Baik

Bupati Lutra: Pengelolaan Dana Desa untuk Warga Harus Baik

Bupati Lutra: Pengelolaan Dana Desa untuk Warga Harus Baik

LUTRA.UPEKS.co.id— Bupati Luwu Utara (Lutra) Sulsel, Hj. Indah Putri Indriani menghadiri Sosialisasi Prioritas  Penggunaan Dana Desa dan Rapat Kerja Percepatan Penyaluran dan Pengelolaan Dana Desa Tingkat Provinsi
Sulsel di Hotel Four Points by Sheraton Makassar, Selasa(25/2/2020).

Bacaan Lainnya

Bupati Lutra melalui Kabag Humas dan Protokoler, Abd Hamid mengatakan, bahwa untuk pencairan dana desa  nantinya, Indah berharap dana desa dikelola dengan baik untuk masyarakat.

“Dana desa itu digunakan untuk membangun desa, saya juga berharap dengan era sekarang serba instan ini,  penyelewengan penggunaan dana desa itu tidak ada,” pesannya.

Pentingnya Kolaborasi Pemerintah Kabupaten, Kepala Desa maupun Pendamping Desa dengan kewenangan  desa baik dalam bentuk ADD maupun bantuan keuangan dalam rangka membangun sinergi, tambahnya.

Kepala Desa harus membangun sistem perencanaan yang transparan. Kuncinya, bagaimana pendampingan  dengan SKPD terkait, yakni Dinas Pemerintah Masyarakat Desa (DPMD) serta Kepala Desa dan Pendamping  Desa kita harapkan bekerja betul-betul profesional,” pesan Indah.

Kepala Dinas PMD, Musbah mengatakan, kegiatan ini tindak lanjut dari kolaborasi Kemedagri, Kementerian Desa  dan seluruh Gubernur di Indonesia untuk melaksanakan Sosialisasi dan Rapat Kerja Percepatan Penyaluran dan  Pengelolaan Dana Desa.

“Rapat kerja dilaksanakan tiga tahap, ini adalah tahap ketiga yang diikuti dan serentak pada hari ini 11 provinsi di  Indonesia. Sebelumnya telah ada dua tahap di masing-masing provinsi yang lain yang diikuti sekitar 75.000  desa,”ujarnya.

Sesuai arahan Presiden Joko Widodo, arah pokok pemanfaatan Dana Desa pada awal tahun 2020 ini diutamakan  melalui pola program padat karya tunai yang memberikan kesempatan kerja bagi masyarakat miskin di desa.

Kemudian penggunaan dana desa diarahkan menggerakkan sektor produktif di tingkat desa mulai dari  pengelolaan pasca panen, industri kecil, budidaya perikanan, desa wisata, industrialisasi pedesaan dan berbagai  bentuk kegiatan lainnya yang mampu menjadi pengungkit ekonomi di desa.

“Olehnya itu, ia berharap pengelolaan dan pemanfaatan dana desa harus dengan segmen yang baik yang diikuti  oleh pendampingan lapangan yang memadai sehingga tata kelola dana bisa semakin partisipatif transparan dan  akuntabel serta melibatkan masyarakat dalam rangka pengawasan dana desa juga sangat perlu optimalkan,”  harap Misbah.

Bidang-bidang tersebut adalah berupa peningkatan kualitas hidup peningkatan kesejahteraan dan peningkatan  penanggulangan kemiskinan serta peningkatan pelayanan publik.

Sosialisasi ini turut dihadiri Kapolres Luwu Utara, AKBP Agung Danargito, dan para Camat serta Kepala Desa.  (yustus)

Pos terkait