MAKASSAR,UPEKS.co.id—Rombongan Dinas Perpustakaan Kota Gorontalo dapat penjelasan penggagas perpustakaan lorong kota Makassar, Bachtiar Adnan Kusuma (BAK) tentang inovasi perpustakaan lorong di Sulsel.
Rombongan studi banding Dinas Perpustakaan Kota Gorontalo dipimpin Yusnita Pantu diterima Sekdis Perpustakaan dan Arsip Provinsi Sulsel Ir.Lubis, M.T. beserta staf di Perpustakaan Provinsi Sulsel, Jl.Sultan Alauddin, Rabu (5/2).
BAK diundang khusus Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulsel mengurai keberadaan perpustakaan lorong di depan rombongan Dinas Perpustakaan Kota Gorontalo. BAK menjelaskan perpustakaan lorong adalah perpustakaan berbasis masyarakat yang melibatkan peran serta masyarakat ikut aktif terlibat menyediakan ruang baca di lorong-lorong.
Apa yang dilakukan oleh masyarakat bersama warga membuka perpustakaan di lorong adalah kesadaran kolosal sebagai wujud implementasi UU Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan.
Pasal 3 menegaskan pentingnya peran masyarakat ikut terlibat menyediakan ruang baca. Karena itu, perpustakaan lorong sebuah contoh baik, bagaimana membangun kesadaran besar hidup berliterasi dari lorong tanpa harus menggantungkan pada pemerintah.
“Kami bersyukur karena dukungan Ibu Gubernur Sulsel, Dinas Perpustakaan Provinsi Sulsel, Tokoh masyarakat Sulsel, PTN PTS serta lurah dan camat bersama-sama merajut kata membesarkan perpustakaan lorong di kota Makassar,” papar BAK.
Pimpinan Rombongan Perpustakaan Gorontalo, Yusnita Pantu, merasa puas dan inspirating penjelasan BAK.” Bagus sekali penjelasan dan inovasinya tentang perpustakaan lorong di Kota Makassar. Mudah-mudahan bisa ditiru dan contoh di Gorontalo. (rus)




