Pinrang,Upeks.co.id— Tim Penggerak Pemberdayaan Kesehatan Keluarga (PKK) Provinsi Sulsel menggelar sosialisasi dan pelatihan invoasi budidaya Cacing Super di Talabangi, Kabupaten Pinrang.
Kegiatan sosialisasi dan pelatihan invoasi budidaya Cacing Super yang merupakan program kerja Pokja III TP PKK Provinsi Sulsel tahun 2019 ini, diikuti oleh perwakilan dari 12 Kecamatan se-Kabupaten Pinrang, wakil dari Pokja III PKK dan Karang Taruna Kabupaten Toraja Utara yang akan mengadopsi teknik pembudidayaannya untuk dikembangkan di Toraja Utara.
Kegiatan tersebut menghadirkan tiga narasumber, yaitu Rahman selaku inobator budidaya cacing super di Pinrang, Tim Ahli PKK Provinsi Sulsel, Dra. Kasmawaty Paturusi serta Zulfitriany D. Mustaka, SP., MP selaku praktisi dan akademisi. Turut hadir Wakil Ketua III TP PKK Provinsi Sulsel, Hj. Hajrah Arsyad selaku dan Rajnah Muhlis selaku Ketua Pokja III Provinsi.
Menurut Dra. Kasmawaty Paturusi, program budidaya cacing tanah merupakan program inovasi yang diharapkan akan dijalankan di semua kabupaten/kota di Sulsel. Keunggulan program ini, lanjut dia, adalah dapat dilakukan oleh semua orang tanpa mengganggu proses aktivitas yang lain. Hal tersebut dikarenakan bisnis budidaya ini tidak memerlukan pengawasan 24 jam penuh.
“Kita lakukan sosialisasi dan pelatihan disini (Talabangi) agar peserta bisa lihat langsung proses budidayanya, apa-apa saja kendalanya dan peluang yang diperoleh dari budidaya cacing ini,” ujarnya.
Kasmawaty mengatakan, untuk tahun 2019, program budidaya cacing super ini akan dimulai dengan sosialisasi, pelatihan, pendampingan hingga pengemasan produk.
“Produk Kascing yang mampu diproduksi secara mandiri oleh masyarakat Sulsel akan mendorong terciptanya lahan dan pekarangan produktif. Program ini diharapkan akan mampu meningkatkan derajat kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Selain itu, kata dia program budidaya cacing super ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas masyarakat dengan memanfaatkan lahan dan pekarangan. Dimana, hasil yang diharapkan yakni mendorong terciptanya lahan dan pekarangan produktif, membangun kemandirian dalam penyediaan pupuk, dan meningkatkan jiwa kewirausahaan masyarakat.
Zulfitriany D. Mustaka, SP., MP selaku praktisi dan akademisi menerangkan, cacing tanah memiliki banyak manfaat baik untuk pakan ternak maupun untuk obat bagi manusia. Kandungan protein yang tinggi dalam tubuh cacing tentu mampu menjadi sumber pakan protein yang baik bagi ternak seperti ikan. Selain itu, ternyata cacing tanah juga dapat diolah menjadi obat mujarab penurun panas bagi manusia.
“Cacing tanah jenis Lumbricus rubellus adalah cacing yang sangat cocok dikembangkan di Indonesia yang notabene adalah beriklim trpois dan lembab, pembelian bibit cacing cukup sekali, selanjutnya dilakukan pemijahan, perawatan dan pemberian pakan cukup mudah, karena pakan didapatkan dari limbah sayuran dan ternak, dengan kandungan protein 60%-70%. Sehingga dapat menjadi bahan dasar semua pakan ternak,” terangnya.
Tak hanya itu, Zulfitriany juga mengungkapkan, bahwa permintaan pasar terhadap cacing tanah sangat tinggi baik lokal maupun pangsa ekspor, daya tahan dan adaptasinya sangat bagus. Sehingga mampu menekan angka kematian cacing, pertumbuhan cacing sangat cepat. Dari 1 Kilogram (Kg) cacing tanah, dalam tiga bulan bisa berkembang menjadi sekitar 6 Kg cacing tanah, harganya cukup menjanjikan perkilo bisa mencapai harga Rp50 ribu sampai Rp60 ribu.
“Bahkan akhir-akhir ini, industri kosmetik juga memanfaatkan cacing untuk bahan dasar produk kosmetik mereka, karena manfaat cacing untuk pelembab dan peremajaan kulit. Prospek diversifikasi produk dari hasil inovasi budidaya cacing tanah akan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.
Sementara itu, istri Wakil Bupati Pinrang, A. Rahmawati Alimin yang turut hadir mengaku, kegiatan sosialisasi dan pelatihan yang dilaksanakan lapangan, sangar bermanfaat. Sebab, para peserta bisa melihat langsung bagaimana proses pembudidayaan cacing, apa masalahnya dan peluangnya.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat dan efektif sekali, karena dilaksanakan dilapangan. Sehingga nantinya, kita bisa kembangkan di wilayah masing-masing,” akunya.
Hal yang sama juga diungkapkan wakil dari Pokja III Kabupaten Toraja Utara
Deborah M Batebandera dan wakil Karang Taruna Toraja Utara, Ayyub Yusran. Menurut keduanya, pelaksanaan pelatihan langsung di lapangan sangat efektif. Karena peserta dapat melihat langsung proses budidaya cacingnya. Keduanya pun mengaku tertarik untuk mengembangkan budidaya cacing super tersebut di Kabupaten Toraja Utara, karena prosesnya sangat mudah untuk diaplikasikan.(*)




