MAKASSAR, UPEKS.Co.id– Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar (UNM) menyelenggarakan Workshop Pengembangan Pusat Unggulan IPTEK (PUI) sebagai upaya memperkuat kapasitas kelembagaan riset, meningkatkan daya saing inovasi, serta mendorong lahirnya pusat-pusat unggulan yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan nasional.
Kegiatan yang diikuti oleh pimpinan fakultas, ketua jurusan,dosen, peneliti, dan menghadirkan dua narasumber berpengalaman, yakni Prof. Slamet PH, M.Ed., M.A., M.L.H.R., Ph.D dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dan Dr. Fitri Nurmahmudah, M.Pd dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Dalam sambutannya, dekan Fakultas Teknik UNM Prof. Dr. Drs. Ir. H. Jamaluddin, M.P., IPM menegaskan Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat menuntut institusi pendidikan tinggi khususnya fakultas teknik untuk terus berinovasi dan meningkatkan kapabilitasnya.
Fakultas Teknik UNM sebagai salah satu pilar pendidikan vokasi dan keteknikan di Indonesia Timur merasa terpanggil untuk mendirikan Pusat Unggulan IPTEK yang dapat menjadi motor penggerak pengembangan riset terapan, inovasi teknologi, serta kolaborasi dengan industri dan masyarakat.
Workshop ini diselenggarakan sebagai langkah strategis awal untuk merumuskan konsep, roadmap, dan mekanisme pengembangan pusat unggulan tersebut secara kolaboratif.
Pada sesi pertama, Prof. Slamet PH, M.Ed., M.A., M.L.H.R., Ph. memaparkan berbagai strategi dalam membangun Pusat Unggulan IPTEK yang berdaya saing.
Ia menekankan pentingnya penyusunan roadmap penelitian yang terarah, penguatan tata kelola kelembagaan, serta kolaborasi lintas disiplin sebagai fondasi utama dalam mewujudkan PUI yang unggul.
Menurutnya, keberhasilan sebuah PUI tidak hanya diukur dari banyaknya penelitian yang dihasilkan, tetapi juga dari kemampuan menghasilkan inovasi yang bermanfaat, memiliki nilai hilirisasi, serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan dunia industri.
Penguatan sumber daya manusia, jejaring kemitraan, dan keberlanjutan program juga menjadi faktor penting dalam membangun pusat unggulan yang kompetitif.
Sementara itu, Dr. Fitri Nurmahmudah, M.Pd dari BRIN menjelaskan arah kebijakan pemerintah dalam pengembangan riset dan inovasi nasional.
Ia menguraikan berbagai peluang kolaborasi antara perguruan tinggi dengan BRIN, termasuk penguatan riset, hilirisasi hasil penelitian, pemanfaatan fasilitas riset nasional, hingga pengembangan inovasi yang memiliki dampak ekonomi dan sosial.
Workshop berlangsung secara interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Para peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berdialog mengenai berbagai tantangan dalam pengembangan PUI, mulai dari penyusunan roadmap, tata kelola organisasi, strategi pendanaan, hingga penguatan jejaring kerja sama dengan mitra industri dan lembaga penelitian.
Melalui kegiatan ini, Fakultas Teknik UNM menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas penelitian, memperkuat inovasi, dan membangun Pusat Unggulan IPTEK yang mampu menjadi rujukan di tingkat nasional maupun internasional.
Diharapkan hasil workshop menjadi pijakan dalam menyusun strategi pengembangan PUI yang lebih terarah, kolaboratif, dan berkelanjutan guna mendukung visi UNM sebagai perguruan tinggi yang unggul dalam pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi. (Rls)

