WAJO,Upeks.co.id – Ratusan anak yatim dan warga kurang mampu memadati Masjid At-Taubah Pasar Sentral Sengkang, Kabupaten Wajo, untuk menerima bantuan sosial berupa beras seberat 5 kilogram dan sejumlah uang tunai.
Sejak pagi hari, masyarakat dari berbagai kecamatan di Kabupaten Wajo telah berdatangan untuk mengikuti kegiatan tersebut. Antusiasme penerima bantuan terlihat begitu tinggi hingga memadati area masjid.
Meski demikian, proses penyaluran bantuan tetap berlangsung tertib, aman, dan lancar berkat pengaturan panitia serta kerja sama para relawan.
Tradisi ini merupakan kegiatan rutin yang telah lama dijalankan para pedagang Pasar Sentral Sengkang sebagai bagian dari tradisi tolak bala.
Selain menjadi bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan, kegiatan ini juga menjadi ikhtiar spiritual agar para pedagang senantiasa diberikan keselamatan, kelancaran usaha, serta rezeki yang berkah.
Koordinator sumbangan Masjid At-Taubah,H Nurdin, mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap masyarakat yang membutuhkan.
“Mudah-mudahan santunan ini dapat meringankan beban mereka,” ujarnya.
Sementara itu, mediator anak yatim dan kaum dhuafa, Muhammad Akbar Gunawan, mengatakan tradisi tolak bala tidak sekadar dimaknai sebagai kegiatan berbagi, tetapi juga sebagai momentum memperkuat nilai-nilai kebersamaan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
“Tradisi tolak bala ini merupakan wujud ikhtiar dan doa kepada Sang Pencipta agar para pedagang diberikan kelancaran dalam menjalankan usaha serta kondisi ekonomi kembali stabil,” ujar Ust Akbar.
Ia menjelaskan, pembagian bantuan sebelumnya rutin dilaksanakan setiap bulan. Namun, dengan mempertimbangkan berbagai kondisi, kegiatan tersebut kini digelar setiap dua bulan sekali tanpa mengurangi semangat berbagi kepada masyarakat.
Menurutnya, tradisi yang terus dipertahankan para pedagang Pasar Sentral Sengkang ini menjadi simbol kuatnya solidaritas antarpedagang sekaligus kepedulian terhadap anak yatim dan warga kurang mampu.
Di tengah tantangan ekonomi yang masih dirasakan sebagian masyarakat, bantuan berupa beras dan uang tunai diharapkan dapat sedikit meringankan beban kebutuhan sehari-hari para penerima.
Kegiatan sosial ini juga mendapat sambutan hangat dari warga. Banyak penerima bantuan mengaku bersyukur atas kepedulian para pedagang yang secara konsisten menyisihkan sebagian rezekinya untuk membantu sesama.
Selain mempererat hubungan antara pedagang dan masyarakat, tradisi tolak bala tersebut diharapkan terus menjadi budaya gotong royong yang membawa keberkahan bagi seluruh pelaku usaha di Pasar Sentral Sengkang sekaligus memperkuat nilai kemanusiaan dan solidaritas sosial di Kabupaten Wajo. (*)




