WAJO, Upeks.co.id – Lima bulan jelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulsel XVIII, Kabupaten Wajo tancap gas mematangkan seluruh persiapan. Mulai dari pembinaan atlet, penganggaran, hingga pembenahan venue terus dikebut. Bahkan, Wajo bertekad menjadi lokasi seremoni pembukaan pesta olahraga terbesar di Sulawesi Selatan yang akan diikuti ribuan atlet dari 24 kabupaten dan kota.
Kabupaten Wajo terus mematangkan diri menyambut Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Selatan XVIII pada November 2026.
Wajo menjadi tuan rumah bersama Kabupaten Bone dalam pesta olahraga terbesar tingkat provinsi tersebut.
Kabupaten berjuluk Kota Sutra itu berada sekitar 240 kilometer dari Makassar atau sekitar lima hingga enam jam perjalanan darat.
Dari Makassar, bisa melintasi Jalan Trans Sulawesi kemudian poros Anabanua-Sengkang.
Sebagai tuan rumah, Wajo akan menerima ribuan atlet, ofisial, pelatih, dan suporter dari 24 kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan.
Karena itu, berbagai persiapan terus dipacu, mulai dari pembinaan atlet, penyediaan anggaran, hingga kesiapan venue pertandingan.
Porprov merupakan ajang olahraga multicabang terbesar di Sulawesi Selatan.
Kompetisi ini digelar setiap empat tahun sebagai wadah pembinaan atlet daerah sekaligus ajang seleksi menuju tingkat nasional.
Untuk menghadapi event tersebut, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Wajo mulai menghimpun seluruh kebutuhan cabang olahraga (cabor).
KONI merupakan organisasi yang bertugas membina dan mengembangkan olahraga prestasi di Indonesia, termasuk menyiapkan atlet menuju berbagai kejuaraan.
Ketua KONI Wajo, Hermansyah, mengatakan seluruh cabor telah mengajukan kebutuhan anggaran pembinaan atlet.
Usulan tersebut kini sedang dibahas bersama Pemerintah Kabupaten Wajo.
“Semua pengajuan dari cabor sudah kami terima. Kami juga sudah mengadakan pertemuan dengan Sekretaris Daerah dan Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata,” kata Hermansyah, Minggu (21/6/2026).
Menurutnya, pemerintah daerah telah memberikan gambaran mengenai besaran anggaran yang akan dialokasikan.
Namun, nominal final masih menunggu keputusan pemerintah.
“Sudah ada bayangan dana dari Pemkab, tetapi belum bisa kami sampaikan berapa realisasinya. Kami berharap anggaran tersebut bisa memenuhi kebutuhan pembinaan atlet,” ujarnya.
Selain membahas anggaran, KONI Wajo juga telah bertemu dengan Bupati Wajo, Andi Rosman.
Pertemuan itu membahas kesiapan daerah sebagai tuan rumah Porprov Sulsel XVIII.
Hermansyah mengatakan Bupati Wajo memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Porprov.
Bahkan, pemerintah daerah berharap seremoni pembukaan dapat digelar di Kabupaten Wajo.
“Kami juga sudah bertemu Pak Bupati. Insya Allah persiapan terus kami genjot,” katanya.
“Pada dasarnya Pak Bupati menginginkan pembukaan Porprov dilaksanakan di Wajo karena kami merupakan tuan rumah utama berdasarkan surat keputusan. Kami juga sudah menyampaikan surat terkait hal tersebut,” lanjut Hermansyah.
Sementara itu, Sekretaris KONI Wajo, Muhammad Askar, mengatakan sekitar 50 cabang olahraga akan dipertandingkan pada Porprov Sulsel XVIII.
Sekitar 40 cabang merupakan nomor resmi.
Sedangkan sisanya merupakan cabang olahraga ekshibisi.
Menurut Askar, jadwal pelaksanaan Porprov telah disepakati melalui rapat bersama KONI Sulsel, Pemerintah Provinsi Sulsel, serta pemerintah daerah Wajo dan Bone.
Porprov Sulsel XVIII dijadwalkan berlangsung pada 7 hingga 14 November 2026.
“Berdasarkan hasil rapat bersama, pelaksanaan Porprov sudah ditetapkan pada November,” ujarnya.
Ia juga menepis isu yang menyebut adanya perubahan tuan rumah.
Menurutnya, hingga kini Surat Keputusan (SK) penetapan tuan rumah masih berlaku.
“Sampai hari ini tidak ada perubahan SK penetapan tuan rumah. Artinya, SK terakhir masih berlaku dan tuan rumah Porprov 2026 tetap Wajo dan Bone,” tegas Askar.
Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sulawesi Selatan telah meninjau sejumlah venue pertandingan di Kabupaten Wajo.
Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan sarana dan prasarana menjelang Porprov.
Rombongan dipimpin Kepala Dispora Sulsel, Suherman, didampingi Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Wajo, Taufik Razak, serta Ketua KONI Wajo, Hermansyah.
Hasilnya, Wajo dinilai siap menjadi salah satu tuan rumah.
“Kami rasa Wajo sangat siap menjadi tuan rumah. Venue yang ada sudah sangat baik,” kata Suherman.
Meski demikian, masih terdapat beberapa fasilitas yang perlu dibenahi.
Di antaranya toilet, ruang istirahat atlet, dan tempat ibadah.
“Hanya pembenahan ringan seperti fasilitas toilet, tempat istirahat atlet, dan tempat ibadah,” ujarnya.
Sebanyak 17 cabang olahraga direncanakan dipertandingkan di Kabupaten Wajo.
Di antaranya akuatik, sepak takraw, bola basket, bola voli, bulutangkis, pencak silat, karate, taekwondo, tinju, hingga biliar.
Dispora Sulsel masih melakukan evaluasi akhir terhadap seluruh venue agar seluruh fasilitas memenuhi standar pelaksanaan Porprov.
Dengan waktu sekitar lima bulan menuju pembukaan, KONI dan Pemkab Wajo berharap seluruh persiapan, baik pembinaan atlet maupun infrastruktur pertandingan, dapat rampung tepat waktu sehingga Wajo mampu menjadi tuan rumah yang sukses, baik dari sisi prestasi maupun penyelenggaraan.(rls)

