TORAJA UTARA, UPEKS.co.id– Penerapan pemupukan berimbang yang dilakukan PT Pupuk Indonesia (Persero) melalui Kompartemen Regional 4 terbukti mampu meningkatkan produktivitas padi secara signifikan di Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan.
Hal itu terlihat pada Panen Raya Demplot Aplikasi Pemupukan Berimbang Tanaman Padi yang digelar di lahan percontohan milik petani binaan, Ati Napang, seluas 1,5 hektare. Program yang dimulai sejak Februari 2026 tersebut berhasil menghasilkan panen gabah sebanyak 7,9 ton.
Regional CEO Regional 4 Pupuk Indonesia, Wisnu Ramadhani, mengatakan hasil demplot menunjukkan produktivitas lahan mencapai sekitar 11,43 ton per hektare atau meningkat sekitar 63,3 persen dibandingkan rata-rata produksi sebelumnya.
“Peningkatan produktivitas ini membuktikan bahwa penggunaan pupuk yang tepat jenis, tepat dosis, tepat waktu, dan tepat cara mampu memberikan hasil optimal bagi petani,” ujar Wisnu saat panen raya, Rabu (10/6).
Dalam demplot tersebut, Pupuk Indonesia menerapkan kombinasi pemupukan menggunakan Petroganik 1.000 kilogram, Nitrea 100 kilogram, NPK Pelangi 16-16-16 sebanyak 300 kilogram, ZA Plus 300 kilogram, serta Phosgreen 200 kilogram.
Kata Wisnu, capaian tersebut menjadi perhatian petani setempat karena rata-rata produktivitas padi di Toraja Utara selama ini hanya berkisar 3–4 ton per hektare. Dengan penerapan pemupukan berimbang, hasil panen mampu meningkat hampir dua kali lipat.
“Keberhasilan ini diharapkan menjadi contoh bagi petani lain dalam mengoptimalkan potensi lahan yang dimiliki. Pupuk Indonesia akan terus mendampingi petani melalui edukasi, demonstrasi lapangan, dan penyediaan pupuk berkualitas,” katanya.
Petani pelaksana demplot, Ati Napang, mengaku merasakan langsung perbedaan hasil budidaya pada musim tanam kali ini. Menurutnya, tanaman tumbuh lebih seragam dan menghasilkan panen yang jauh lebih baik dibanding musim sebelumnya.
“Pertumbuhannya lebih bagus dan hasil panennya meningkat. Kami melihat sendiri manfaat penerapan rekomendasi pemupukan yang diberikan,” ungkapnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Toraja Utara, Andrew Branch Silambi, mengapresiasi langkah Pupuk Indonesia menghadirkan demplot sebagai sarana edukasi dan pembuktian teknologi budidaya kepada petani.
Dia menilai, kegiatan tersebut memberikan contoh nyata mengenai praktik budidaya yang baik sekaligus menunjukkan bahwa peningkatan produktivitas dapat dicapai melalui pendampingan dan pemupukan yang sesuai kebutuhan tanaman.
“Pemerintah Kabupaten Toraja Utara mendukung upaya-upaya yang dapat meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani. Kami berharap keberhasilan ini dapat direplikasi di wilayah lain,” ujarnya.
Melalui program demplot dan panen raya ini, Pupuk Indonesia berharap sinergi antara pemerintah daerah, penyuluh pertanian, dan petani semakin kuat guna mendorong peningkatan produksi padi serta memperkuat ketahanan pangan nasional. (Mimi)




