MAKASSAR, UPEKS — Jumlah jemaah haji asal Kabupaten Gowa pada musim haji 1447 H/2026 M mengalami peningkatan tajam. Tahun ini, sebanyak 1.452 jemaah diberangkatkan, naik signifikan dibanding tahun sebelumnya yang hanya 570 jemaah.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Gowa, H. Aliem Bahri, menyebut peningkatan ini menjadi indikator positif kondisi ekonomi masyarakat Gowa.
“Alhamdulillah, Gowa sangat bergembira karena mendapat kuota 1.452 jemaah. Ini juga menunjukkan kondisi ekonomi masyarakat cukup baik, terbukti seluruh jemaah yang masuk kuota mampu melunasi biaya haji,” ujarnya saat ditemui di sela kedatangan jemaah Kloter 5 UPG Embarkasi Makassar, Kamis (23/4/2026) sore.
Sebanyak 1.452 jemaah tersebut terbagi dalam 10 kelompok terbang (kloter) dengan komposisi gabungan dari beberapa daerah, di antaranya: Kloter 5 bersama jemaah asal Pangkep, Kloter 15 bersama Maluku Utara,
Kloter 17 bersama Pinrang, Maros, Takalar, dan Maluku Utara, Kloter 21 (penutup gelombang pertama ke Madinah) bersama Soppeng dan Enrekang.
Pada gelombang kedua, jemaah diberangkatkan melalui Jeddah menuju Mekkah, bergabung dengan daerah seperti Wajo, Maros, Palopo, dan Luwu Timur.
Sementara kloter terakhir (43) akan menjadi penutup dengan gabungan jemaah dari sembilan kabupaten di Sulawesi Selatan, serta Sulawesi Tenggara dan Maluku Utara.
Dari total jemaah, Lansia (75–94 tahun): 52 orang
Jemaah tertua: 94 tahun (Budu Mala). Jemaah termuda: 17 tahun (Sunarti)
(keduanya berasal dari Kecamatan Tompobulu), Pria: 464 orang
Wanita: 990 orang
Seluruh jemaah dilepas secara resmi di Masjid Agung Syekh Yusuf, Jalan Masjid Raya, Kecamatan Somba Opu. Pelepasan dilakukan langsung oleh Bupati Gowa, Husniah Talenrang.
Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa keberangkatan satu kloter utuh berjumlah 387 orang mencerminkan tingginya semangat masyarakat Gowa dalam menjalankan ibadah haji.
“Tahun ini Gowa mendapatkan porsi haji yang lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya,” ujarnya.
Ia juga berpesan kepada seluruh jemaah agar menjaga kesehatan, kekompakan, serta selalu mengikuti arahan petugas selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.(*)

